RAMADHAN DAN 3 HARI DALAM HIDUP MANUSIA (KEMARIN, HARI INI & ESOK HARI)

Kemarin adalah masalalu, kita tidak mungkin bisa merubahnya. Hari ini adalah apa yang akan menentukan hari esok. Hari esok, merupakan hari antara ada dan tiada (misteri), maksudnya ialah hari esok pasti tetap ada, akan tetapi, apakah kita akan ada di hari esok?

Menurut Ust. Aa Gym, yang harus kita lakukan agar hari esok menjadi lebih baik adalah terus memperbaiki diri dan selalu berusaha dengan usaha yang terbaik. Jika kemarin kita masih banyak melakukan dosa dan maksiat, hari ini sebaiknya kita harus merubahnya dan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah.

Terlebih, sebentar lagi kita akan segera memasuki bulan yang paling agung di antara bulan-bulan yang lainnya, yaitu Bulan Ramadhan. Di mana kita akan berpuasa wajib selama satu bulan penuh. Hadirnya ramadhan adalah sebagai pesan bagi kita untuk segera meninggalkan dosa-dosa dan terus berhijrah dengan selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Di bulan itu, akan ada banyak keistimewaan-keistimewaan yang hanya bisa kita rasakan setiap setahun sekali. Ini adalah momen yang tepat bagi kita untuk menempa segala unsur kemuliaan sebagai makhluk Allah yang telah disempurnakan dalam penciptaan-NYA.

Sebagai Umat Islam, berpuasa di bulan ramadhan adalah sesuatu yang sudah menjadi kewajiban kita untuk meyakininya, sebab dalam riwayat sahih yang juga terkandung dalam rukun islam disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda;

“Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan haji ke Baitullah.”
- (Bukhari, no. 8, dan Muslim, no. 16 dari hadits Ibnu Umar,) -

Seperti yang diungkapkan oleh Al Ust. Iman Taufiq dalam acara kajian "Investasi Di Bulan Ramadhan" pada minggu (5/13) pagi tadi, di Masjid Al-Furqon, UPI, beliau mengatakan bahwa sebelum memasuki ramadhan, sebaiknya kita sudah selesai merencanakan target-target untuk mengisi ramadhan kita agar bernilai ibadah selama satu bulan penuh di bulan ramadhan ini, dengan harapan, kita akan mendapatkan apa yang bisa saya sebut sebagai buah ramadhan, yaitu ketakwaan.

Jangan sampai selama ramadhan nanti, kita hanya membuang-buang waktu melakukan aktivitas yang tidak ada manfaatnya bahkan sama sekali tidak melakukan aktivitas apapun. Na’udsubillah! Sayang sekali, jika momen yang semua orang saleh nantikan ini, kita sia-siakan. Bukankah kita ingin mendapatkan kemuliaan di sisi Allah?

Ramadhan masih beberapa hari lagi, masih ada kesempatan buat kita untuk membuat rencana atau target-target yang akan kita capai untuk memperbaiki diri. Sehingga kemungkinan untuk membuang-buang waktu tidak akan terjadi lagi.

Sudah saatnya untuk perbaikan diri, persiapkan perbekalan-perbekalan sebelum memasuki ramadhan berupa ilmu yang bisa kita dapatkan dalam kajian-kajian islam. Jadikan Puasa Ramadhan kita berkualitas, jauh lebih berkualitas dari ramadhan-ramadhan tahun belakang. Jika target ramadhan tahun kemarin belum ter-realisasi, sekarang saatnya untuk mereview kembali dan memperbaikinya.

Sebab kemarin sudah tidak bisa dirubah lagi, mari kita perbaiki diri mulai hari ini dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi hari esok yang masih misteri itu.

Semoga Allah memberikan bimbingan kepada kita semua,

“Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya’ban wa balighna fii ramadhan”

Artinya ;

(Ya Allah, berkahilah bulan Rajab ini, dan berkahilah bulan Sya’ban ini, dan sampaikanlah kami, panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan).

By - F.E

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Nikah Siri : Ketika Negara dan Umat Gagal Memahami Islam sebagai Sistem Kehidupan

Menggugat Normalisasi Nikah Siri Nikah siri kerap dibungkus sebagai bentuk kesalehan, seolah ia bagian dari ajaran Islam yang sah dan terh...