Tampilkan postingan dengan label Ngobrol Film Detektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngobrol Film Detektif. Tampilkan semua postingan

Detektif Fariz Edgar


     Fariz Edgar, adalah seorang Agen Detektif Swasta di Kota Bandung, suatu bisnis yang ia tekuni sejak lulus sekolah. Dia menangani segala bentuk pengaduan dari klien-kliennya untuk menggunakan jasanya. Mulai dari urusan Cinta, Memata-matai, Perselingkuhan, Bisnis, dan bahkan mencari hewan peliharaan yang hilang. Walaupun demikian, pada beberapa kasus, ia sempat terlibat dengan kasus pembunuhan.

     Di awal berdirinya, ia sempat mengalami pasang surut yang menjadikannya semakin frustasi, sebab semakin hari biaya hidup semakin tinggi di kota itu. Namun, sebagai seorang pebisnis yang bergerak di bidang sosial, Ia begitu yakin bahwa suatu saat nanti bisnisnya ini akan menemukan momennya. Sehingga bagaimanapun ia tetap akan menjaga bisnisnya bertahan. Karena cita-citanya adalah menjadi Agen Detektif Swasta yang profesional dan mempunyai banyak klien di seluruh pelosok negeri ini. Sebagaimana cita-citanya yang ingin melampaui kesuksesan detektif handal asal London, Inggris, yaitu Sherlock Holmes. 

     Tekadnya begitu besar, di tengah pro dan kontra mengenai adanya seorang Detektif Swasta. Fariz Edgar tidak pernah berhenti meyakinkan dirinya untuk tetap percaya pada bisnisnya itu. Pergaulannya dengan masyarakat bawah menjadikannya tahu, bahwa saat ini kepercayaan terhadap penegak hukum mulai luntur seiring berjalannya waktu. Bagi seorang pebisnis, tentu Fariz memandang hal itu sebagai sebuah peluang emas untuk lebih mengoptimalkan dirinya menjadi seorang detektif pilihan. 

     Selain membuka jasa Detektif Swasta, Fariz Edgar juga berprofesi sebagai seorang penulis. Karya-karanya merupakan kisah hidupnya sendiri dari kasus yang sedang ia kerjakan ataupun kasus-kasus yang telah lama Ia pecahkan. 

     Sudah tidak sabar ingin membaca kisah-kisahnya yang unik dan menegangkan? Tetap ikuti aku, ya? ), 

-Contact Whatsapp : 085720146251

     Saya juga menulis kisah detektif di ThrillingMysteryClub dengan judul "PLAGIATOR" 

Link; https://www.wattpad.com/story/135320725-plagiator

Ngobrolin Film Detektif : DRISHYAM.

Assalamu'alaikum wr.wb, 

Alhamdulillah, bisa up date juga bagian ini, "Ngobrolin Film Detektif". Sebenarnya kenapa saya mau bahas film "DRISHYAM" ini, karena beberapa jam yang lalu, tepatnya pukul 18.40, saya meminta kepada anggota Grup Penulis yang saya ikuti untuk mereferensikan film Detektif. Sebelumnya ada satu orang mereferensikan film Warkop DKI, 'Pintar-Pintar Bodoh', kemudian dia mereferensikan lagi film yang akan saya bahas ini. 

Sebagai orang yang suka dengan film-film berat seperti mysteri, detective, thriller mysteri dan sebagainya, jika ada yang mereferensikan film bagus, pasti akan saya tonton. Jika pembaca di sini juga pernah menonton film-film bertemakan seperti yang saya sebutkan tadi, tolong share ya di kolom komentar. Terima Kasih. 

Biasanya, kebanyakan film Detektif, pasti yang jadi aktor utamanya pasti detektif itu sendiri. Nah, kalau di film Drishyam ini, justru sebaliknya. Kekuatan ceritanya ada pada pelaku. 

Pada menit-menit awal, kita akan disuguhkan dengan kondisi kehidupan Vijay ini, si aktor utamanya. Dari mulai kesehariannya di pekerjaanya, maksud saya di tempat usahanya, yaitu pemasangan TV kabel, kalau saya bisa sebut seperti itu. Lalu kehidupan sosialnya, bergaul dengan orang-orang disekitar kota dengan sering mengunjungi rumah makan yang berada di seberang kantor polisi. 

Kemudian beralih pada kehidupan keluarganya yang damai sentosa itu. Dalam film ini, Vijay memiliki 2 orang anak perempuan, satu anak angkat yang sudah gadis dan satu masih di bawah 10 tahun. Menurutku mereka keluarga yang harmonis. 

Vijay dikisahkan merupakan seorang anak yatim piatu, sehingga ketika melihat Anju, anak pertamanya yang ia temukan di dekat tempat sampah, lalu mengadopsinya secara resmi. Kebaikan hatinya ini tentu dapat diterima oleh setiap orang di kota Goa, sehingga setiap omongannya selalu dipercaya.

Vijay ini, suka sekali menonton film, sampai-sampai adegan-peradegan ia juga mengingatnya. Di tempat kerjanyalah ia sering menonton film itu, yang di tempat itu juga ia mempunyai karyawan muda bernama mose. Laki-laki kurus yang sering kelupaan saat sedang mendapatkan tugas oleh VIjay.

Saat memasuki adegan di rumah makan itu, Vijay mendengar dari pemilik kedainya, bahwa kakek-nenek yang sedang terduduk di tengah ruangan itu sedang mengalami nasib buruk terkait kondisi anaknya yang telah diambil paksa karena suatu urusan hutang. Kemudian, mendengar berita itu, Vijay, tiba-tiba teringat tentang suatu informasi mengenai proses peradilan yang dapat menggugat perusahaan di mana mereka menculik anak ke dua pasangan tua itu. Vijay berbicara sama pesis dengan yang ia tonton di film. Saat itulah, saya mulai meyakinkan diri, bahwa harus menuntaskan film ini. 

Setiap film pasti ada kubu baik dan jahat. Termasuk pada film ini, Vijay mempunyai rival di tempatnya biasa nongkrong, yaitu seorang inspektur polisi korup yang suka pungli, bernama Gaitonde. Laki-laki bertubuh gempal berwarna hitam ini memang sangat menjengkelkan sebab kelakuannya ini sudah diluar batas kemanusiaaan.

Adegan berikutnya, ketika Anju, anak pertama VIjay ikut berkemah dari sekolahnya, ia bertemu dengan Sam, pemuda jahil yang Omesh. Meskipun merupakan anak Jendral, kelakuannya ini biadab, sebab menshoot kegiatan Anju saat sedang mandi di kamar mandi umum. Setelah mendapatkan videonya, Sam menggunakan itu untuk memeras anak dan istri Vijay. 

Pada malam hari, sesuai kesepakatan yang dibuat oleh Sam, untuk memanfaatkan Anju dengan video itu, tiba-tiba sebuah tragedi terjadi. Dengan khilaf, Anju memukul Sam hingga meninggal. Selepas itu, mereka mengubur mayat Sam di pekarangan rumah. 

Pada pagi hari, Vijay datang dan mendapati kondisi rumah dan isinya berdarah-darah. Mereka kebingungan dan tidak tahu berbuat apa. Namun, Vijay yang laki-laki bertanggung jawab pada keluarga. Berdasar film-film yang ia tonton, ia mulai memainkan sebuah permainan logikanya. 

Seorang anak DOan kelas 4SD ini ternyata memiliki kemampuan memori yang sangat menakjubkan. 




Ia memanfaatkan setiap informasi yang ia dapatkan dari film-film serta perjumpaannya dengan adik iparnya yang bekerja di dinas sosial, untuk merencanakan sebuah penghilangan barang bukti dari korban. Ia berhasil merencanakan semuanya dengan sangat sempurna, permainan waktu dan logika-logika memori yang mungkin ia pelajari dari film-film detektif digunakannya untuk mengelabui kepolisian agar tidak bisa melacak keberadaan Sam, yang ternyata merupakan seorang Inspektur kejam dan selalu menggunakan kekerasan untuk mendapatkan sebuah informasi, meskipun yang dikatakan oleh tertuduh adalah benar. Dia akan mencari celah agar informasi itu keluar. 

Pada saat akan menghilangkan jejaknya, rupanya musuhnya, si Gaitonde sempat memergoki aktivitas Vijay. Dan dengan informasi itu dia meyakinkan kepada sang Jendral bahwa Vijay ini adalah pelakunya.

Tugas berat bagi Vijay untuk membuat sebuah skenario yang apik agar keluarganya selamat dari jeratan hukum meskipun nyawa taruhannya. 

Bagaimana caranya agar Vijay dan keluarganya lolos dari jeratan Hukum? Bagaimana juga upaya kepolisian untuk menemukan Sam, yang merupakan anak si Jendral cantik namun kejam itu? Akankah keduanya mendapatkan solusi? Lalu bagaimana polisi menyelesaikan kasusnya, apakah mereka berhasil? Tonton aja dech!

Film drama kriminal dan misteri ini memiliki rating yang cukup tinggi di beberapa situs film online dan juga IMDB, yang digadang-gadang sebagai sumber informasi movie yang terpercaya bertaraf internasional. 

Bagi para penulis-penulis cerita kriminal, misteri, dan detektif, wajib menurut saya nonton film ini, sebab kita bisa mengambil ilmu dari si VIjay, bagaimana menyembunyikan alibinya dengan struktur yang apik dan tidak mudah diketahui oleh kepolisian. 



Misalkan nih, kasusnya dilanjutkan dan korban ditemukan, VIjay tetap tidak akan dihukum terlalu lama, sebab ini bukanlah sebuah kejahatan terencana, sebab korban meninggal karena kepanikan dan amarah. Sedangkan peran Vijay adalah menyembunyikan Si Pelaku.

Terakhir, ini film menurutku nilainya 8.5, dari 10 bintang. Wajib bagi yang suka nonton film mikir. 

*tambahan, di awal-awal, saya seperti mendengar lagu Iwan Fals yang judulnya IBU. he he he.

Sekian, wassalamu'alaikum wr.wb.

Sherlock Holmes Dan Perburuan Detektif Di Masa Depan.

                                      
"Itu sungguh mengada-ada, Watson!" celetuk Holmes saat melihat berita yang terpampang di atas etalase makanan Warteg Bahari langganannya. 

"Memangnya kenapa?" celetukku yang sedang mengupas telor asin.

Holmes masih mengunyah makanan, semur jengkol dengan orek tempe favoritnya.

"Kau lihat," ia mengarahkan matanya ke arah televisi, "karena kebocoran ulah karyawan Einstein saat meneliti dimensi ruang dan waktu, kita dianggap sebagai buronan sebab telah keluar dari zona pararel," pungkasnya. 

"Aku setuju, Holmes. Jika saja Lestrade tidak mengatakan kalau penelitian dimensi waktu di universitas london itu sedang mengalami kebocoran, tentu kita sudah menemukan orang-orangnya."

"Awas, Kau Lestrade!" geramnya.

Aku masih memperhatikan Holmes yang mengunyah jengkol itu dengan sangat lahap, ia mengatakan bahwa masakan itu lebih enak dari humberger yang biasa ia makan di perempatan Baker Street. Aku sendiri tidak tahan dengan baunya itu, serasa ingin muntah.

"Hei, Kau dengar obrolan target kita, kan?" tanya Holmes bernada lirih,

"Ya, aku mendengarnya. Anak muda itu sepertinya akan menjadi Detektif masa depan,"

"Maksudmu Alfa,"

"Ya, yang sedang memegang gelas itu."

"Lalu bagaimana dengan kloningan kita yang ada di jakarta dan jawa itu?"

"Menurut sumber yang aku dapat, setelah aku berusaha mengobati kaki  seorang perempuan lucu dari jakarta yang jago IT itu, Mereka ber dua babak belur oleh dua detektif yang garang itu, Tony dan Dicky Gendon."

"Sudah aku duga, mereka berdua yang terkuat selama ini," 

"Lalu bagaimana dengan Fariz Edgar?"

"Jujur, dia ini sangat licik sekali orangnya. Meskipun dia tidak pandai berkelahi, kemampuan menembak, serta kemampuan menyamarnya, tak jauh beda denganmu, Holmes!"

Sherlock Holmes mulai mengatupkan ke dua tangannya setelah selesai menyantap 2 piring nasi jengkolnya. 

"Kau pasti lupa dengan satu detektif yang masih amatir itu?"

"Entahlah, Holmes. Aku ingin menyebutnya, namun dipikir-pikir dia ini sama saja denganku. Selalu terlibat dengan urusan cinta. Tapi aku akui, dia mempunyai ilmu deduksi yang luar biasa."

"Baiklah, kalau begitu. Aku sendiri ingin mencari tahu Detektif Dul Poran itu. Bagaimana dengan perkembangan kasusnya itu. Setelah itu aku akan menemui Fariz Edgar, aku harus memberi pelajaran atas kesombongannya itu."

"Tolong, sampaikan juga salamku untuk ALina, dengar-dengar dia gadis yang cantik," aku menyela.

"Tutup mulutmu, Watson! Sekarang, tolong cari di mana Fariz menyembunyikan Mesin waktu kita,"

Sherlock Holmes melihat jam digitalnya. Dan kemudian memesan Grab untuk dirinya sendiri. Aku masih mengamati Detektif Alfa dan Yusuf yang sedang membicarakan kasus di ruang tertutup. 

Ini semua ulah Lestrade, dia memberitahukan jika di masa depan, Detektif Swasta tidak akan diterima di beberapa wilayah. Lalu sebuah informasi muncul, bahwa di sebagian daerah khususnya di wilayah Asia, beberapa Detektif Swasta mulai bermunculan. 

Untuk meneliti itu, Aku dan Holmes diutus oleh Microft untuk menemui Einstein yang sedang mengembangkan mesin ruang waktu menuju masa depan. Sebab metode-metode mereka akan aku gunakan saat melawan moriarty.

Sekian catatan harianku saat ini. 

Watson

Warteg Bahari, 2018.

#Holmeskreatifanlokal

Ngobrolin Film Detektif ; HANGMAN



Baiklah! Ini adalah pertama kalinya saya mau membahas sesuatu yang sudah saya sukai sejak lama. Membicarakan tentang detektif, tidak akan lepas dari sosok yang terus dan selalu membayangi kepala saya yaitu, Sherlock Holmes. Saya termasuk orang yang setia pada apa-pun jika saya suka. Dari pertama kali mendengar musik barat sampai sekarang, saya masih tidak bisa lepas dari musik Green Day. Entah apa yang terjadi dalam diri saya ini sehingga sebegitu naifnya untuk bisa suka dengan satu hal yang bahkan setiap bulan dan tahun akan selalu ada hal-hal yang kreatif terus bermunculan. Banyak penulis-penulis hebat di dunia ini, dan banyak musisi hebat di dunia ini sehingga kita lupa siapa saja mereka karena saking banyaknya. Saya lebih memilih menjadi diri sendiri yang seperti ini. Saya ingin menjadi manusia yang merdeka dalam pilihan hidup. Jadi tidak peduli orang berkata apa kepada saya. Yang penting Yang Maha Esa tahu apa yang aku lakukan dan akupun berusaha untuk tahu apa yang aku perbuat untuk-NYA.

Bagi sebagian orang katanya, orang-orang yang selalu suka dengan satu bacaan, misalnya satu buah novel karya novelis terkenal, dalam bidang kepenulisan dia akan mengikuti satu karakter tersebut. Mereka selalu dianggap tidak mempunyai warna dan tidak mempunyai karakter. Bagi saya itu tidak masalah, proses kreatif adalah sesuatu yang sangat rumit bagi manusia. Ia tidak bisa ditulis menjadi sebuah rumus fisika atau kimia atau perbandingan matematika. Sehingga bagi saya, mau satu atau banyak bacaan seseorang, proses kreatif akan selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang ia miliki semasa hidupnya. Pada akhirnya, manusia menyadari bahwa sebenarnya kita tidak ingin menjadi "Rango". *Karakter dalam sebuah film  kartun.

Maaf, terlalu panjang pembukaannya.

Jadi, kembali ke topik judul. Ngobrolin soal Film Detektif  "Hangman". Film yang yang rilis di bioskop 22 Desember 2017 ini, sangat bagus sebagai film yang bertema detektif, menurut saya. Mungkin kalian atau siapapun yang juga suka dengan hal-hal berbau detektif (*maaf, maksudnya bukan bau seperti bau-bau yang bau itu ya.) :) –perlu kalian tonton.


Untuk yang suka menulis cerita detektif, saya pikir ini sangat disarankan untuk kalian. Kenapa saya bisa berbicara seperti itu? Karena saya-pun sedang belajar menulis kisah-kisah detektif. 

Berikut beberapa alasan kenapa film ini saya rekomendasikan untuk kalian.

1. Film ini menceritakan tentang detektif kepolisian yang sedang menangani kasus pembunuhan. Kemudian secara tidak langsung, ternyata pembunuhan ini mengarah ke pembunuhan yang lainnya. Kepolisian dibuat kebingungan oleh ulah si pelaku ini.

2. Untuk menambah wawasan ilmu forensik saat menulis cerita detektif, saya anggap informasi mengenai hal itu cukup melimpah ruah di film ini. Setidaknya satu sampai sepuluh saya hampir mendapat setengahnya.

3. Karakter-karakter dan ketegangan yang disuguhkan cukup mempunyai karakter kuat.

4. Memahami sandi dari motivasi Si Pelaku pembunuhan. Ini cukup membantu menambah wawasan kita membuat simbol-simbol petunjuk atau teka-teki yang akan dimasukkan ke dalam naskah kalian.

5. Serial Killer atau pembunuhan berantai sangat menarik menurut saya. Karena di sini, si penulis dituntut untuk kreatif dan sampai sejauh mana kemampuan logikanya membangun sebuah cerita dengan kompleksitas yang cukup cerdas namun sadis.

6. Konten dewasa tidak terlalu banyak bahkan mendekati tidak ada. Jadi ya aman-aman aja. 

SINOPSIS FILM HANGMAN // SINGPAJE (Singkat, Padat, …..) Tau lah pasti jawabannya. Wkwkwkw

Cerita dari awal yaitu seorang kakek tua berada di dalam mobil jadul berwarna emas. Ia sedang mengisi TTS yang cukup rumit di pinggiran kota. Kemudian dari belakang ada mobil karavan abu-abu menyenggol kaca spionnya. Akhirnya adegan kejar-kejaran dimulai. Disinilah kita tahu kalau dia seorang polisi, sampai akhirnya mobil karavan itu berhenti di sebuah lorong karena mobil polisi keroyokan. Dan di sini petunjuk pertama di mulai. Silakan kalian cari sendiri.

Seorang wartawati / penulis mengunjungi kantor polisi. Ia menemui seorang Detektif Kepolisian. Perempuan cantik, cerdas, dan pintar ini mewawancarai seorang Detektif. Ia memutuskan untuk mengikuti kemana-pun detektif itu pergi saat melakukan penyelidikan. Sampai pada penemuan mayat gantung dengan simbol aneh di dekat sebuah bangunan. Mayat ini digantungkan di atas pohon. Sang Detektif masuk ke bangunan tersebut dengan hati-hati, and the game is ready On.

Di sini banyak sekali petunjuk yang bisa kalian catat untuk mengikuti perkembangan kasus. Percaya! Ini menyenangkan. Karena dari pembunuhan itu, ternyata terus mengarah ke pembunuhan selanjutnya. Bagaimana polanya bisa tercium kalau itu sebuah pembunuhan berantai. Kalian akan menemukannya jika kalian tetap fokus pada cerita serta petunjuk-petunjuk itu.

Masa lalu, dendam, kealpaan, kebencian, kecerdasan, kecerdikan bercampur jadi satu.

Seperti para blogger lainnya, jika menuliskan sinopsis atau apapun itu yang berhubungan dengan film, pasti akan mengambil beberapa quotes dari film itu. Nah, satu atau dua kalimat yang masih saya ingat di film ini adalah ketika Salah satu detektif mengunjungi ruang otopsi, dimana seorang penjaga gereja ditemukan telah meninggal dengan mengenakan jam tangan Rolex, “Aku tidak tahu apa-apa tentang jam tangan Rolex. Yang aku tahu, seorang penjaga gereja tidak akan mampu membeli jam tangan tersebut,”  atau saat menginterogasi Pastor, “Ya! Semua yang kau katakana itu adalah benar, tapi aku tidak percaya itu,”

Terima Kasih.

-Fariz Edgar-

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Ekonomi Mikro Keluarga dalam Perspektif Infak

  Oleh : Zein Abdullah Keluarga sebagai unit ekonomi mikro Jika dalam Islam harta diposisikan sebagai amanah yang harus digerakkan, mak...