Baiklah! Ini adalah pertama kalinya saya mau membahas sesuatu yang sudah saya sukai sejak lama. Membicarakan tentang detektif, tidak akan lepas dari sosok yang terus dan selalu membayangi kepala saya yaitu, Sherlock Holmes. Saya termasuk orang yang setia pada apa-pun jika saya suka. Dari pertama kali mendengar musik barat sampai sekarang, saya masih tidak bisa lepas dari musik Green Day. Entah apa yang terjadi dalam diri saya ini sehingga sebegitu naifnya untuk bisa suka dengan satu hal yang bahkan setiap bulan dan tahun akan selalu ada hal-hal yang kreatif terus bermunculan. Banyak penulis-penulis hebat di dunia ini, dan banyak musisi hebat di dunia ini sehingga kita lupa siapa saja mereka karena saking banyaknya. Saya lebih memilih menjadi diri sendiri yang seperti ini. Saya ingin menjadi manusia yang merdeka dalam pilihan hidup. Jadi tidak peduli orang berkata apa kepada saya. Yang penting Yang Maha Esa tahu apa yang aku lakukan dan akupun berusaha untuk tahu apa yang aku perbuat untuk-NYA.
Bagi sebagian orang katanya, orang-orang yang selalu suka dengan satu bacaan, misalnya satu buah novel karya novelis terkenal, dalam bidang kepenulisan dia akan mengikuti satu karakter tersebut. Mereka selalu dianggap tidak mempunyai warna dan tidak mempunyai karakter. Bagi saya itu tidak masalah, proses kreatif adalah sesuatu yang sangat rumit bagi manusia. Ia tidak bisa ditulis menjadi sebuah rumus fisika atau kimia atau perbandingan matematika. Sehingga bagi saya, mau satu atau banyak bacaan seseorang, proses kreatif akan selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang ia miliki semasa hidupnya. Pada akhirnya, manusia menyadari bahwa sebenarnya kita tidak ingin menjadi "Rango". *Karakter dalam sebuah film kartun.
Maaf, terlalu panjang pembukaannya.
Jadi, kembali ke topik judul. Ngobrolin soal Film Detektif "Hangman". Film yang yang rilis di bioskop 22 Desember 2017 ini, sangat bagus sebagai film yang bertema detektif, menurut saya. Mungkin kalian atau siapapun yang juga suka dengan hal-hal berbau detektif (*maaf, maksudnya bukan bau seperti bau-bau yang bau itu ya.) :) –perlu kalian tonton.
Untuk yang suka menulis cerita detektif, saya pikir ini sangat disarankan untuk kalian. Kenapa saya bisa berbicara seperti itu? Karena saya-pun sedang belajar menulis kisah-kisah detektif.
Berikut beberapa alasan kenapa film ini saya rekomendasikan untuk kalian.
1. Film ini menceritakan tentang detektif kepolisian yang sedang menangani kasus pembunuhan. Kemudian secara tidak langsung, ternyata pembunuhan ini mengarah ke pembunuhan yang lainnya. Kepolisian dibuat kebingungan oleh ulah si pelaku ini.
2. Untuk menambah wawasan ilmu forensik saat menulis cerita detektif, saya anggap informasi mengenai hal itu cukup melimpah ruah di film ini. Setidaknya satu sampai sepuluh saya hampir mendapat setengahnya.
3. Karakter-karakter dan ketegangan yang disuguhkan cukup mempunyai karakter kuat.
4. Memahami sandi dari motivasi Si Pelaku pembunuhan. Ini cukup membantu menambah wawasan kita membuat simbol-simbol petunjuk atau teka-teki yang akan dimasukkan ke dalam naskah kalian.
5. Serial Killer atau pembunuhan berantai sangat menarik menurut saya. Karena di sini, si penulis dituntut untuk kreatif dan sampai sejauh mana kemampuan logikanya membangun sebuah cerita dengan kompleksitas yang cukup cerdas namun sadis.
6. Konten dewasa tidak terlalu banyak bahkan mendekati tidak ada. Jadi ya aman-aman aja.
SINOPSIS FILM HANGMAN // SINGPAJE (Singkat, Padat, …..) Tau lah pasti jawabannya. Wkwkwkw
Cerita dari awal yaitu seorang kakek tua berada di dalam mobil jadul berwarna emas. Ia sedang mengisi TTS yang cukup rumit di pinggiran kota. Kemudian dari belakang ada mobil karavan abu-abu menyenggol kaca spionnya. Akhirnya adegan kejar-kejaran dimulai. Disinilah kita tahu kalau dia seorang polisi, sampai akhirnya mobil karavan itu berhenti di sebuah lorong karena mobil polisi keroyokan. Dan di sini petunjuk pertama di mulai. Silakan kalian cari sendiri.
Seorang wartawati / penulis mengunjungi kantor polisi. Ia menemui seorang Detektif Kepolisian. Perempuan cantik, cerdas, dan pintar ini mewawancarai seorang Detektif. Ia memutuskan untuk mengikuti kemana-pun detektif itu pergi saat melakukan penyelidikan. Sampai pada penemuan mayat gantung dengan simbol aneh di dekat sebuah bangunan. Mayat ini digantungkan di atas pohon. Sang Detektif masuk ke bangunan tersebut dengan hati-hati, and the game is ready On.
Di sini banyak sekali petunjuk yang bisa kalian catat untuk mengikuti perkembangan kasus. Percaya! Ini menyenangkan. Karena dari pembunuhan itu, ternyata terus mengarah ke pembunuhan selanjutnya. Bagaimana polanya bisa tercium kalau itu sebuah pembunuhan berantai. Kalian akan menemukannya jika kalian tetap fokus pada cerita serta petunjuk-petunjuk itu.
Masa lalu, dendam, kealpaan, kebencian, kecerdasan, kecerdikan bercampur jadi satu.
Seperti para blogger lainnya, jika menuliskan sinopsis atau apapun itu yang berhubungan dengan film, pasti akan mengambil beberapa quotes dari film itu. Nah, satu atau dua kalimat yang masih saya ingat di film ini adalah ketika Salah satu detektif mengunjungi ruang otopsi, dimana seorang penjaga gereja ditemukan telah meninggal dengan mengenakan jam tangan Rolex, “Aku tidak tahu apa-apa tentang jam tangan Rolex. Yang aku tahu, seorang penjaga gereja tidak akan mampu membeli jam tangan tersebut,” atau saat menginterogasi Pastor, “Ya! Semua yang kau katakana itu adalah benar, tapi aku tidak percaya itu,”
Terima Kasih.
-Fariz Edgar-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar