Mari
berbenah diri. Tidak ada yang lebih baik selain perubahan yang senantiasa
dilakukan terus menerus sepanjang hari. Kita merasakan adanya pemahaman yang
tinggi terhadap Islam. Namun, kita terlalu larut di dalamnya sehingga sulit
untuk melihat dari luar, diri kita sendiri. Maksudnya, boleh seseorang mempunyai
ilmu seluas samudra tetapi juga itu harus selalu kita seragamkan dengan
akhlak-akhlaknya pula.
Ummat
ini sedang krisis akhlak, namun berilmu tinggi. Tidak sedikit hal itu menjadi
bumerang bagi kita. Jika makin lama dibiarkan, generasi ke generasi akan
menjadi kuda-kuda jantan yang pemalas yang takut dengan air, yang takut berlari
di atas gurun.
Entah
keringat seperti apa yang mereka ingin keluarkan? Seiring berjalannya waktu,
saya sendiri sering melihat hal-hal seperti itu tidak pernah berubah. Bagaimana
ingin menunjukan bahwa Islam itu rahmatan lil ‘alamin? Bagaimana ingin
menunjukan bahwa Islam itu damai, teratur dan dapat menarik simpati orang lain
yang ingin mengenal islam? Bagaimana, jika ternyata kita sendiri memiliki
akhlak yang buruk, kebiasaan yang senantiasa senang dengan malas-malasan?
Keseimbangan
dan kesempurnaan adalah poin pokok yang mesti kita resapi sebagai manusia.
Keseimbangan antara ilmu dan akhlak yang mesti diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari umat muslim. Semoga kita senantiasa berbenah diri dalam kehidupan
ini. Menjadi muslim yang berakhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh
baginda kita, Nabi Muhammad SAW.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar