FEMONEMA - AZAB DI NEGERI SENDIRI

Hei, ingatkah kamu atau tahukah kamu tentang gunung yang meratakan tanah sebuah desa di negeri ini karena kemaksiatannya. Jika tak kau upayakan untuk mencari tahu, kau pasti tidak tahu hikmahnya dari peristiwa yang mengerikan itu.

Coba tanya kepada tanah, yang memendam kenangan hitam nan kelam itu. Coba tanyakan kepada pohon-pohon yang tumbuh subur dari jasad yang terpendam di bawah kakinya. Atau kau bisa tanyakan kepada akar-akarnya yang setiap menit menjalari tubuh-tubuh yang mati sengsara itu.

Betapa besar kuasa Allah terhadap ciptaan-NYA yang telah memberikan kita hikmah dan pelajaran dari ayat-ayat yang tersirat pada alam.

Mereka telah diberi karunia, perniagaan yang baik, kemakmuran, kesenangan dan kemewahan sehingga lupa terhadap Sang Pemberi Rezeki itu. Setiap hari bersenang-senang, tidak ada tangis dalam doa dan tidak ada suara penenang hati barang sebentar. Atau misalkan ada, ketetapan Allah sungguhlah nyata dan terbukti.

Hingga akhirnya Allah telah memberi amanah terhadap gunung, tanah, angin, dan subuh untuk meluluh lantahkan negeri itu hanya dengan sekilas.  Betapa mengerikannya itu semua.

Bahwa peristiwa itu adalah tanda akan keagungan Allah, kemahakuasaan Allah yang harus selalu dipuji. Tidak ada hal apa pun yang dapat menghindari ketetapan-NYA. Mereka diberi azab di saat mereka sedang bersenang-senang, bergembira ria. Malangnya mereka, tapi itulah takdir. Semoga jadi pelajaran bagi kita.

- Dukuh Legetang, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. 17 April 1955, Allah telah menetapkan Keputusan-NYA untuk mengakhiri kesenangan mereka dari kemaksiatan.

Tidak ada komentar:

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Nikah Siri : Ketika Negara dan Umat Gagal Memahami Islam sebagai Sistem Kehidupan

Menggugat Normalisasi Nikah Siri Nikah siri kerap dibungkus sebagai bentuk kesalehan, seolah ia bagian dari ajaran Islam yang sah dan terh...