Pada kegiatan DIALEKTIKA (Diskusi & Logika Bersama Kita) Jumat, minggu lalu kami membahas sebuah tema yang sangat unik yaitu "Manusia Sebagai Alien". Tema ini diangkat sebagai bentuk refleksi diri di mana manusia sejatinya memang bukan berasal dari bumi ini.
Berawal dari sebuah tayangan podcast di youtube, sang narasumber mengatakan kalau sebenarnya manusia ini punya kekuatan super layaknya superman. Bedanya kalau Superman dari Planet Krypton sedangkan kita manusia berasal dari surga, sambil tersenyum narasumber membuat kagum.
Dari percakapan itu penulis merenung dan sedikit skeptis tentang pernyataan itu. Semakin lama merenungkan ternyata apa yang dikatakan narasumber itu benar juga sih. he he
Saya membayangkan awal penciptaan manusia, di mana di dalam Al Qur'an juga dijelaskan bahwa manusia sejatinya bukan berasal dari bumi melainkan berada di surga. Karena sudah menjadi ketetapan Allah maka manusia diturunkan ke bumi. Mungkin juga manusia secara genetika sama dengan makhluk di bumi, makanya manusia sangat cocok berada di bumi meskipun mereka perlu beradaptasi dengannya.
Berbeda dengan makhluk bumi lainnya, manusia nampaknya memerlukan proses adaptasi yang cukup panjang dan melelahkan agar mereka sampai pada tahap ini.
Apa jadinya jika manusia mencoba hidup di luar planet bumi, sebagaimana seperti yang diimpi-impikan orang eropa di masa depan. Apakah manusia akan berhasil? Saya pikir mungkin manusia tidak akan bisa bertahan lama sebagaimana manusia bisa bertahan lama hidup di bumi ini. Dengan berbagai dinamika yang ada, manusia masih bertahan di bumi ini.
Lantas apa yang bisa kita ambil sebagai sebuah refleksi yang akan menuntun kita ke masa depan dari narasi manusia sebagai alien ini? Ya tentu dengan mengetahui asal-usul kita tentu kali ini kita sudah tidak akan tersesat lagi. Kali ini semakin jelas lah tujuan hidup yang pasti di mana selama ini kita telah terdistraksi oleh hiruk pikuk dunia yang senantiasa menghipnotis kita untuk terus bertahan di bumi.
Sudah siapkah kita untuk kembali pulang? Apa bekal yang pantas untuk bisa kembali ke kampung halaman?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar