PROSES PEREDARAN DARAH SAAT ANDA BERBOHONG.

Jika kita mengajukan sebuah pertanyaan interogasi kepada seseorang, dan kemudian orang tersebut melakukan gerakan-gerakan pada seputar wajahnya, bisa dikatakan orang tersebut telah berbohong. Namun, bagaimana bisa terjadi hal semacam itu. Begini penjelasannya.

Anda telah mengajukan pertanyaan. Pertanyaan tersebut kemudian menyebabkan kecemasan, lalu melonjak karena kesadaran bahwa jawaban yang benar akan melibatkannya dalam masalah besar. Artinya, jika seseorang akan berkata jujur setelah semua fakta tidak mendukungnya, maka inilah reaksi yang biasa dimunculkan oleh seseorang. 

Pada gilirannya, hal itu memicu saraf otonom untuk melepas kecemasan tersebut. Caranya adalah dengan mengedepankan tanggapan penolakan atau menyerang atau kabur. Tubuh orang tersebut akan mengatur ulang peredaran darah ke organ-organ vitalnya dan ke kelompok otot besarnya supaya ia mampu berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, bertarung lebih keras dalam menanggapi ancaman pertanyaan.

Dari mana asalnya darah itu? Darah berasal dari daerah-daerah yang memiliki persediaan banyak pada tubuh yang untuk beberapa lama masih bisa menyumbangkan darah ke bagian yang lebih membutuhkan, biasanya pada permukaan wajah, telinga, dan ujung-ujung tangan serta kaki. Ketikda darah meninggalkan daerah-daerah itu, pengaruhnya dirasakan oleh pembuluh-pembuluh lembut yang dapat menghasilkan rasa dingin atau gatal. Tanpa disadari oleh orang tersebut, tangannya tertarik ke daerah-daerah itu, atau meremas-remas, mengusap-usap tangan sendiri. Dengan demikian Anda mendapatkan sebuah pesan kebohongan pada orang tersebut. Terima kasih.

Dikutip dari sebuah buku berjudul 'Spy The Lie'.

Tidak Hanya Baik, Untuk Masuk Ke Surga!


Seorang pengusaha dari Negeri sebrang bertanya kepada seorang Muslim yang kebetulan, ia sedang mengembara :

"Wahai pengembara, saya mempunyai pegawai lebih dari seribu dan mereka berasal dari berbagai belahan dunia. Banyak karakter manusia yang saya tau, dari yang miskin sampai yang tua dan dari yang baik sampai yang kurang baik. Tapi mereka sudah saya anggap seperti keluarga. Saya mencukupi mereka dan saya kira mereka cukup sejahtera bersama saya. Yang saya tanyakan apakah saya bisa masuk surga dengan perbuatan baikku itu?"

"Tidak!" Sang Pengembara menjawabnya.

"Hah, kenapa?" Tanya si pengusaha, seraya menampakkan ekspresi muka terkejut. 

"Surga bukan hanya untuk orang orang yang baik saja, tetapi iya yang percaya kepada Allah SWT. Yaitu Yang Pencipta, dan Dial-ah satu-satuNYA yang patut disembah. Anda harus mengimani adanya Allah SWT dan Mengikuti semua ajaran yang disampaikan melalui utusan-NYA, Yaitu Nabi muhammad.

VIRALISASI.

Diberitakan secara viral. Ada sepasang keluarga, kedapatan masuk dalam sebuah foto yang diunggah oleh salah seorang netizen. Entah disengaja atau tidak, berita itu cukup menarik perhatian warga Dunia Maya.

Semua orang-pun mengomentari foto yang viral itu, termasuk sepasang keluarga yang ada di depanku ini. Kebetulan, aku juga sedang berada di sebuah tempat makan. Kedua ayah dan ibu itu, berlomba2 meluapkan kekesalan mereka yang telah tega menelantarkan anaknya dan asyik sendiri bermain media sosial.

Tapi, menariknya ke dua orang tua ini juga lalai terhadap anaknya. Ia sibuk mengomentari orang lain yang lalai terhadap anaknya. Kemudian, satu keluarga lalai yang lainnya melihat pemandangan itu. Dengan segera, ia mengambil foto, persis seperti pada foto viral sebelumnya. Keluarga lalai ini, kemudian mempostingnya ke media sosial, lalu dengan penuh kesal yang meluap-luap, ia melampiaskan komentarnya pada foto yang baru saja ia dapatkan.

Akhirnya, Semua orang-pun mengomentari foto itu hingga menjadi viral di media sosial. 

Dan begitu seterusnya.

Menyikapi Full Day School

Di kampung-kampung, di desa-desa anak2 memang memiliki kesibukan selain bermain dan belajar. Ada yang membantu orang tuanya mencari rumput untuk kambing-kambing yang nantinya akan digunakan untuk membayar sekolah, atau mencari getah pohon karet. Dari sepulang sekolah sampai sore mereka bejerja. Mereka tidak merasa berat hati ataupun mengeluh. Di samping itu, orang tua-orang tua mereka juga tidak terlalu sibuk sehingga harus menitipkan anaknya ke sekolahan. lagipula uang untuk jajan anak-pun pas-pasan.

Di kota-kota besar, para orang tua selalu sibuk mengurusi pekerjaan. Mereka kadang tidak mempunyai waktu untuk mengurus anaknya. Sehingga menitipkan anaknya kepada sekolah adalah pilihan yang tepat. Lagipula di sekolah mereka akan lebih terkontrol pergaulannya dibanding membiarkannya bermain tanpa ada orang tuanya. Kemudian mereka juga ada uang untuk membayarnya.

Sebagian orang tua, di kota ataupun di desa-desa, ada yang memasukkan anaknya ke pesantren2, karena dirasa pendidikan itulah yang nantinya lebih akan berguna di masyarakat. Disisi lain tidak terlalu memakan biaya besar jika anaknya masuk ke pesantren

Semua itu, selalu ada pilihan bagi masing-masing orang menentukannya. Pilihan ada pada diri mereka.

Di atas, bisa jadi bermakna seperti itu, bisa juga mencerminkan tentang mental seseorang dalam menentukan sikap.

Nah, terus opo iku, Kok Yo rame wong-wong sing nang ndhuwur iku. Mbok yo mending memfasilitasi wae karepe rakyat, selama iku apik lan ono gunane go bangsa. Wong kok muring2an wae.
x

Kenapa Sholat Jum'at Mengantuk

Saya itu pengen riset, "kenapa setiap sholat jumat, orang-orang pada ngantuk, ya". Saya juga merasakan itu. Apa karena gangguan setan? Padahal sudah diusahakan untuk tidak mengantuk. Mungkin sekitar 15 menit, kita bisa bertahan, tapi lama-lama mata mengantuk juga.

Apa karena penceramah tidak terlalu menjiwai bacaannya sehingga tidak begitu memikat pendengar untuk fokus mengikuti ceramah. Sehingga akan kehilangan ruh untuk memotivasi dan memberi peringatan kepada manusia.

Kenapa semuanya harus setan yang disalahkan. Apa karena kurang mempersiapkan untuk sholat jum'at jadi seperti itu. Tapi saya pernah melakukan tes ini,

Waktu itu, sebelum sholat jum'at saya sudah tidur terlebih dulu sehingga saat Sholat Jumat tidak terlalu mengantuk. Tapi memang karena hari itu libur, jadi tidak ada aktifitas pekerjaan yang menguras kepala dan tenaga.

Tapi kalau saat sedang bekerja, seolah-olah adanya sholat jumat itu seperti pelampiasan berbuka puasa. Kesempatan untuk memulihkan tenaga, sehingga kita tidak mendengarkan ceramah.

Padahal, media para ulama untuk berdakwah paling tepat itu saat sedang melaksanakan sholat Jum'at karena, banyak orang yang pasti mendatangi masjid meskipun ada kajian-kajian rutin yang sering diadakan seminggu sekali di tiap-tiap masjid, tetapi hal itu dirasa kurang dikarenakan nilai kewajiban antara kajian rutin dan sholat jumat itu berbeda. Sehingga di pikiran kaum pria, tidak terlalu mewajibkan kajian rutin seperti pada sholat jum'at.

Apakah hal ini sepele? apakah hal ini tidak terlalu penting untuk dikaji lebih dalam sebagai generasi muslim yang sekarang?

Wallahu a'lam bishowab

Bakat Karo Tekad

Di salah satu warung kopi punya Bu Minah, ada 2 orang sahabat yang sudah lama akrab. Mereka berdua sedang ngomongin masalah bakat sama tekad sambil makan gorengan panas terus kopi item ngebul. Mantep rek.

Yuk baca kisahnya,

Guyono : "Po'yo, koe ngerti gak iklan sing nang Tv nek wayah wengi iku? celetuk Guyono, sambil menyambar kopi panas yang ada di depan lalu meminumnya."

Po'yo : "Iklan opo Yon? jawab Po'yo yang lagi kepedesan makan cabe merah yang ada di mangkok kecil di atas meja, " Bu, ini cabenya pedes yo! Biasane cabenya yang masih muda!" teriak Po'yo kepada Bu Minah.

Bu Minah : "Iya mas, lagi murah soale." jawab Bu Minah yang lagi masak gorengan.

Po'yo : "Eh, maaf Mas Yono. Ngomongin iklan opo sih mas tadi?"

Guyono : "Iku Loh, iklan Rokok sing ngomong kayak gini, 'Apa sih bakat?' terus ada adegan nganggo musik juga, terus ngomong neh, 'cuma 5 huruf buatan manusia biar kita merasa kecil, untuk matahin semangat biar kita gak berani coba sama sekali."

Po'yo : "Lah emang piye Yon? aku seneng iku narasi ne. Aku nek ngrungokno hawane yo dadi semangat loh."

Guyono : "Lah, iku sing marake semangat iku musike, Yon. Dudu narasine. Nek musike diganti musik balonku ya gak bakalan bikin semangat tho! Ngene tak kandani."

Po'yo mendekati Guyono. Ia menyeruput Kopi panasnya. Obrolan mulai serius, matahari tiba-tiba mendung. Sampah-sampah berhamburan karena angin tiba-tiba menggelebuk hebat. Bu Minah segera menghentikan aktifitasnya, mematikan kompor lalu duduk di dalam warung sambil nonton gosip di televisi.

Po'yo : "Opo sih mas!" Ucap Po'yo mengalihkan keseriusan pembaca.

Guyono : "Iku loh, masa di iklan itu dia merendahkan apa yang dinamai bakat itu. Terus lanjut, 'Bakat itu tidak dikasih, tapi diraih. Lewat keringat, darah dan ratusan jam tidur yang terlewat. Bakat itu cuman omong kosong, bakat itu saat kita tidak pernah menyerah.' pie menurutmu, Yo?"

Po'yo : "Ya, emang bener sih, kalau bakat itu bisa diraih dengan kerja keras dan dilakukan dengan tak kenal lelah."

Guyono : "Hm, nek aku yo, sing jenenge usaha, kerja keras dan tanpa lelah iku yo arane, Tekad. Nek 'Bakat' itu gawan bayi Yon, maksude sesuatu sing wis dikasih dari Allah. Kalau kamu nyanyi terus-terusan sambil ngikutin kursus, biar suaranya mirip Iwan Fals yo sampai kapan-pun gak bakalan bisa. Lah wong bakate dudu nyanyi. Nah, saiki opo pelajarane, go dewek?"

Po'yo : "Hm, kalau gitu iklan itu mengajarkan bahwa dengan kekuatan dan kerja keras kita bakalan bisa mencapai kesuksesan tanpa menghadirkan adanya Allah?"

Guyono : "Coba tak takon maring pembaca. Menurutmu gimana?"

Terinspirasi dari ceramah, Emha ainun najib ( Cak Nun ).

PAIJO - Gadget

     Suatu hari, Pak Paijo sama Misro sedang ngobrolin tentang teknologi yang semakin hari kian canggih. Di sela-sela obrolan, Misro tergerak rasa penasarannya untuk menanyakan perihal hukumnya orang yang bawa Hape tapi di dalamnya ada aplikasi Al-Quran Digital,
"Mas, Paijo. Gimana hukumnya kalau bawa Hp Ke Wc tapi ada Al-Quran digitalnya?"

"Yo, ga papa to, Mas Mis" jawabnya santai.

"Loh, kok iso Mas? katanya Haram?"

"Kalau aplikasine iku gak ditutup, terus tidak dalam keadaan terbuka, yo gpp, Mas Mis."

"Oh, gitu ya," Misro terlihat kurang puas dengan jawaban Paijo, "tapi kan, Mas ...."

"Gini aja," Paijo memotong, "Mas Mis, kalau mau masuk ke WC, otaknya disimpen dulu, biar gak haram."
"Lah! Kok nesu, Mas?"

"Yo gak nesu. Di dalam otakmu kan pasti ada alqurannya, meskipun cuma Al-Ikhlas karo tabad yada thok,"

"He he, Oh iya. Ngerti aku Mas Paijo, saiki,"

"Ngunu...."

-Terinspirasi dari ceramahnya Ustadz Abdul Somad, Lc. MA.

Paijo - Preman Tubat

Suatu hari seorang preman yang bernama Paijo sedang mencari angin di luar rumah. Sang Preman kemudian memilih meninggalkan teman-teman buruknya. Sebetulnya Paijo baru bertobat beberapa hari lalu. Saat ini ia sedang berada di sebuah taman. Pada saat itu juga pandangan matanya tertuju kepada salah satu pasangan yang sedang asik pacaran, namun yang menjadi pertanyaan di dalam hatinya adalah. Sepasang kekasih tersebut bila dilihat dari kasat mata seperti orang yang alim. Dari penampilan laki-lakinya dan apalagi dari perempuannya yang menggunakan pakaian serba tertutup, tetapi laki-laki tersebut menggunakan sarung tangan dan terlihat sedang berjalan-jalan menggandeng tangan wanita itu, "Apakah mereka pacaran atau memang mereka sudah menikah ya?" pikirnya dalam hati.


Preman tersebut jadi teringat apa yang pernah dikatakan sahabatnya yang telah menunjukan jalan kebenaran kepada Sang Preman, yaitu, "janganlah kamu mendekati zina" bahwasanya untuk mendekati zina saja tidak boleh apalagi bergandengan tangan. karena saking penasarannya terhadap perkataan sahabatnya itu Preman tersebut memberanikan dirinya untuk bertanya kepada pasangan alim yang sedang memadu kasih tersebut.


Dengan langkah tegap Bak Preman yang mau meminta jatah dia menghampiri pasangan itu. Dan dari kejauhan pasangan itu melihat langkah Preman tersebut yang sedang mendekat. Dengan sikap bak pahlawan dia meminta untuk tenang kepada pasangannya itu, "tenang sayang, aku akan melindungimu jika terjadi apa-apa" ia berkata seolah-olah ia dapat mengatasi masalah yang akan dihadapinya.


Setelah mendekat Preman tersebut tiba-tiba berubah menjadi sosok yang murah senyum dan baik hati. Terlihat dari mukanya, meskipun sedikit penampilanya yang masih saja menunjukan penampilan seorang Preman.
Sontak pasangan itu pun terharan-heran dengan kelakuan Preman tersebut. Dengan senyum pula mereka menjawab senyuman Sang Preman.


"Assalamu'alaikum" kata Paijo.


"Wa'alaikumussallam wr.wb" jawab pasangan tersebut terheran-heran.


"Perkenalkan nama saya Paijo, saya tadi sedang duduk di sebrang taman dan tidak sengaja melihat kalian. Bolehkah saya mengobrol sebentar dengan kalian".


"Oh, silahkan Mas Paijo, ada apa memangnya?" kata pasangan laki-laki itu.


"Hm, gini. Sebenarnya saya itu baru beberapa hari taubat dan sekarang ingin menjalani kehidupan sesuai syariat islam, tapi saya masih belum bisa merubah sepenuhnya keadaan saya. Lihat saja penampilan saya ini mas, kaya preman." katanya sambil menunjukan pakaian.


"Oh, jadi begitu ya, sebenarnya tidak masalah sih Pak, selama niat untuk berubahnya masih ada dan terus diperjuangkan inshaAllah, Allah akan menerima taubat bapak."


"Oh gitu ya, Mas?" jawab preman tersebut.


"Iya Mas, inshaAllah"


"Nah, ini ada satu lagi yang menjadi pikiran saya mas," ucapnya meminta.


"Maaf nih, Mas sebelumnya. Mas sama Mba-nya ini suami istri bukan, keliatanya mesra sekali tadi saya liat dari jalan."


dengan perasaan kikuk laki-laki itu menjawab.


"Oh, bukan, Mas!" ucapnya panik, "kami bukan suami istri. Kebetulan ini pacar saya, temen sekolah sih."


"Oh gitu ya, terus juga tadi saya melihat Mas juga berpegangan tangan sama Mbanya, emang secara syariat islam boleh gitu Mas, berpegangan tangan?"


"Tidak Mas, tidak boleh berpegangan tangan kan ada di al-quran untuk tidak mendekati zina."


"Tapi, Mas tadi pegangan tangan?"


"Saya kan pake sarung tangan, Mas. Jadi tidak bersentuhan kulit?"


"Oh, gitu ya, berarti kalo ciuman tapi dua-duanya pake masker itu gak apa-apa ya, Mas?"


Pasangan itu-pun langsung tidak berkutik, mereka tertunduk malu sambil merenungi apa yang telah mereka alami.


Sejak saat itu, kejadian tersebut menjadi hikmah bagi ke3 orang itu yang berada di taman.


Bagaimana saat ini bahwa #Fenomenaumat yang terjadi saat ini adalah mereka hanya ingin mengambil yang enaknya saja dari ISLAM. Bukan keseluruhanya, padahal dalam Al-Qur'an di sebutkan


"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".Surat Al-Baqarah [2:208]


"Dan janganlah kamu campur-adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui",[Al Baqarah : 42]
x

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Nikah Siri : Ketika Negara dan Umat Gagal Memahami Islam sebagai Sistem Kehidupan

Menggugat Normalisasi Nikah Siri Nikah siri kerap dibungkus sebagai bentuk kesalehan, seolah ia bagian dari ajaran Islam yang sah dan terh...