Di kampung-kampung, di desa-desa anak2 memang memiliki kesibukan selain bermain dan belajar. Ada yang membantu orang tuanya mencari rumput untuk kambing-kambing yang nantinya akan digunakan untuk membayar sekolah, atau mencari getah pohon karet. Dari sepulang sekolah sampai sore mereka bejerja. Mereka tidak merasa berat hati ataupun mengeluh. Di samping itu, orang tua-orang tua mereka juga tidak terlalu sibuk sehingga harus menitipkan anaknya ke sekolahan. lagipula uang untuk jajan anak-pun pas-pasan.
Di kota-kota besar, para orang tua selalu sibuk mengurusi pekerjaan. Mereka kadang tidak mempunyai waktu untuk mengurus anaknya. Sehingga menitipkan anaknya kepada sekolah adalah pilihan yang tepat. Lagipula di sekolah mereka akan lebih terkontrol pergaulannya dibanding membiarkannya bermain tanpa ada orang tuanya. Kemudian mereka juga ada uang untuk membayarnya.
Sebagian orang tua, di kota ataupun di desa-desa, ada yang memasukkan anaknya ke pesantren2, karena dirasa pendidikan itulah yang nantinya lebih akan berguna di masyarakat. Disisi lain tidak terlalu memakan biaya besar jika anaknya masuk ke pesantren
Semua itu, selalu ada pilihan bagi masing-masing orang menentukannya. Pilihan ada pada diri mereka.
Di atas, bisa jadi bermakna seperti itu, bisa juga mencerminkan tentang mental seseorang dalam menentukan sikap.
Nah, terus opo iku, Kok Yo rame wong-wong sing nang ndhuwur iku. Mbok yo mending memfasilitasi wae karepe rakyat, selama iku apik lan ono gunane go bangsa. Wong kok muring2an wae.
x

Tidak ada komentar:
Posting Komentar