Suatu hari seorang preman yang bernama Paijo sedang mencari angin di luar rumah. Sang Preman kemudian memilih meninggalkan teman-teman buruknya. Sebetulnya Paijo baru bertobat beberapa hari lalu. Saat ini ia sedang berada di sebuah taman. Pada saat itu juga pandangan matanya tertuju kepada salah satu pasangan yang sedang asik pacaran, namun yang menjadi pertanyaan di dalam hatinya adalah. Sepasang kekasih tersebut bila dilihat dari kasat mata seperti orang yang alim. Dari penampilan laki-lakinya dan apalagi dari perempuannya yang menggunakan pakaian serba tertutup, tetapi laki-laki tersebut menggunakan sarung tangan dan terlihat sedang berjalan-jalan menggandeng tangan wanita itu, "Apakah mereka pacaran atau memang mereka sudah menikah ya?" pikirnya dalam hati.
Preman tersebut jadi teringat apa yang pernah dikatakan sahabatnya yang telah menunjukan jalan kebenaran kepada Sang Preman, yaitu, "janganlah kamu mendekati zina" bahwasanya untuk mendekati zina saja tidak boleh apalagi bergandengan tangan. karena saking penasarannya terhadap perkataan sahabatnya itu Preman tersebut memberanikan dirinya untuk bertanya kepada pasangan alim yang sedang memadu kasih tersebut.
Dengan langkah tegap Bak Preman yang mau meminta jatah dia menghampiri pasangan itu. Dan dari kejauhan pasangan itu melihat langkah Preman tersebut yang sedang mendekat. Dengan sikap bak pahlawan dia meminta untuk tenang kepada pasangannya itu, "tenang sayang, aku akan melindungimu jika terjadi apa-apa" ia berkata seolah-olah ia dapat mengatasi masalah yang akan dihadapinya.
Setelah mendekat Preman tersebut tiba-tiba berubah menjadi sosok yang murah senyum dan baik hati. Terlihat dari mukanya, meskipun sedikit penampilanya yang masih saja menunjukan penampilan seorang Preman.
Preman tersebut jadi teringat apa yang pernah dikatakan sahabatnya yang telah menunjukan jalan kebenaran kepada Sang Preman, yaitu, "janganlah kamu mendekati zina" bahwasanya untuk mendekati zina saja tidak boleh apalagi bergandengan tangan. karena saking penasarannya terhadap perkataan sahabatnya itu Preman tersebut memberanikan dirinya untuk bertanya kepada pasangan alim yang sedang memadu kasih tersebut.
Dengan langkah tegap Bak Preman yang mau meminta jatah dia menghampiri pasangan itu. Dan dari kejauhan pasangan itu melihat langkah Preman tersebut yang sedang mendekat. Dengan sikap bak pahlawan dia meminta untuk tenang kepada pasangannya itu, "tenang sayang, aku akan melindungimu jika terjadi apa-apa" ia berkata seolah-olah ia dapat mengatasi masalah yang akan dihadapinya.
Setelah mendekat Preman tersebut tiba-tiba berubah menjadi sosok yang murah senyum dan baik hati. Terlihat dari mukanya, meskipun sedikit penampilanya yang masih saja menunjukan penampilan seorang Preman.
Sontak pasangan itu pun terharan-heran dengan kelakuan Preman tersebut. Dengan senyum pula mereka menjawab senyuman Sang Preman.
"Assalamu'alaikum" kata Paijo.
"Assalamu'alaikum" kata Paijo.
"Wa'alaikumussallam wr.wb" jawab pasangan tersebut terheran-heran.
"Perkenalkan nama saya Paijo, saya tadi sedang duduk di sebrang taman dan tidak sengaja melihat kalian. Bolehkah saya mengobrol sebentar dengan kalian".
"Oh, silahkan Mas Paijo, ada apa memangnya?" kata pasangan laki-laki itu.
"Hm, gini. Sebenarnya saya itu baru beberapa hari taubat dan sekarang ingin menjalani kehidupan sesuai syariat islam, tapi saya masih belum bisa merubah sepenuhnya keadaan saya. Lihat saja penampilan saya ini mas, kaya preman." katanya sambil menunjukan pakaian.
"Oh, jadi begitu ya, sebenarnya tidak masalah sih Pak, selama niat untuk berubahnya masih ada dan terus diperjuangkan inshaAllah, Allah akan menerima taubat bapak."
"Oh gitu ya, Mas?" jawab preman tersebut.
"Iya Mas, inshaAllah"
"Nah, ini ada satu lagi yang menjadi pikiran saya mas," ucapnya meminta.
"Nah, ini ada satu lagi yang menjadi pikiran saya mas," ucapnya meminta.
"Maaf nih, Mas sebelumnya. Mas sama Mba-nya ini suami istri bukan, keliatanya mesra sekali tadi saya liat dari jalan."
dengan perasaan kikuk laki-laki itu menjawab.
dengan perasaan kikuk laki-laki itu menjawab.
"Oh, bukan, Mas!" ucapnya panik, "kami bukan suami istri. Kebetulan ini pacar saya, temen sekolah sih."
"Oh gitu ya, terus juga tadi saya melihat Mas juga berpegangan tangan sama Mbanya, emang secara syariat islam boleh gitu Mas, berpegangan tangan?"
"Tidak Mas, tidak boleh berpegangan tangan kan ada di al-quran untuk tidak mendekati zina."
"Tapi, Mas tadi pegangan tangan?"
"Saya kan pake sarung tangan, Mas. Jadi tidak bersentuhan kulit?"
"Oh, gitu ya, berarti kalo ciuman tapi dua-duanya pake masker itu gak apa-apa ya, Mas?"
Pasangan itu-pun langsung tidak berkutik, mereka tertunduk malu sambil merenungi apa yang telah mereka alami.
Sejak saat itu, kejadian tersebut menjadi hikmah bagi ke3 orang itu yang berada di taman.
Bagaimana saat ini bahwa #Fenomenaumat yang terjadi saat ini adalah mereka hanya ingin mengambil yang enaknya saja dari ISLAM. Bukan keseluruhanya, padahal dalam Al-Qur'an di sebutkan
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".Surat Al-Baqarah [2:208]
"Dan janganlah kamu campur-adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui",[Al Baqarah : 42]
x

Tidak ada komentar:
Posting Komentar