PROSES (PERNIKAHAN)

Assalamu'alaikum w.w

"Wahai generasi muda, barangsiapa diantara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barang siapa belum mampu hendaknya berpuasa sebab ia dapat mengendalikanmu." - (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Menikah, yah!

Adalah hal terbesar dalam perjalanan hidupku memutuskan hal seperti ini. Mungkin saja, atau bisa dikatakan, karena umur dan waktu serta sahabat dan teman-temanlah yang menjadi faktor bagaimana perasaan ingin menikah ini muncul. Aku menganggap, sesi ini adalah muqadimah dari sebuah perjalanan menuju jenjang pernikahan. Aku harus meluruskan niatku, mempersiapkan mental dan materi agar siap berperang melawan ketakutan yang selalu muncul, meskipun ketakutan itu tidak pernah menemukan tempatnya.

Seorang guru, mewartakan kepadaku, bahwa yang harus dipersiapkan saat seseorang akan melalui pernikahan adalah dengan memfakultasi diri dengan ilmu, amal, dan aqidah. Agar kelak dalam berumah tangga, tidak ada penyesalan dalam menjalani bahtera keluarga.
Sungguh menarik memang jika aku berkaca kepada saudara-saudaraku yang seiman, mereka menceritakan suka dan dukanya dalam prosesnya menuju pernikahan.

"Percayalah!" Seorang sahabat berkata padaku, "meskipun kamu mencari ke sana-ke mari, bertanya kepada si Fulan dan Si Fulan tentang bagaimana proses menikah itu, sekali-kali kamu tidak akan menemukan formula yang khusus untuk meminimalisir kegagalanmu dalam meraih itu semua. Setiap orang memiliki permasalahannya sendiri-sendiri, satu kasus orang belum tentu bisa kau cari solusinya lalu menerapkannya dalam urusanmu."

Perjalanan itu berlanjut, suatu ketika, aku yang secara tidak sengaja karena sedang baca-baca di salah satu blog teman komunitasku, dia ini adalah pegiat IT, juga rajin menulis di blog, banyak tulisan-tulisannya yang menarik dan ada juga yang tidak menarik minatku, (Semoga dia tidak membaca bagian ini). Beberapa artikel yang ia tulis salah satunya adalah membahas tentang tempat untuk melangsungkan weding (baca ; menikah), dan sangat menakjubkan sekali menurutku, dari sekian banyak artikel yang ia tulis, hanya kategori yang berfokus pada pernikahan mendapat atensi berlebih dari para pembaca, bahkan mungkin sebagian mereka bukan followersnya. Di tambah lagi, lagu-lagu seperti "Akad - Payung Teduh" juga menjadi dampak tersendiri di kalangan kawula muda masa kini untuk berlomba-lomba ingin segera menikah.

Well, aku yang sampai saat itu tidak terlalu terpikirkan oleh hal-hal semacam ini menjadi sedikit tergerak hati untuk menikah. Entahlah, aku pun masih mencari apa benar niatku ini, sementara ilmu dan materi tentunya belum memadai. Sampai saat ini juga, aku masih sedang berusaha memperbaiki diri, menambah imanku agar lebih yakin lagi, bahwa pilihan yang satu ini adalah keputusan terbaikku untuk saat ini.

Bukan dengan emosi kau memilih bahwa itu baik, sebab menurut ALLAH belum tentu baik.
Intinya adalah, Proses menuju pernikahan atau Pra Nikah, sebaiknya harus dilalui dengan sebaik-baiknya, mulai dari mempersiapkan materi tentunya, rencana ke depan setelah menikah, jangan sampai, rencanamu hanya bertahan sampai dengan kau menikah saja, sehabis itu kamu seperti layang-layang putus, terombang-ambing dalam membuat keputusan. Bagiku, sebagai seorang yang santai-santai saja, memikirkan hal semacam ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Jujur saja, banyak ketakutan-ketakutan yang selalu saja timbul tenggelam menghadang rencana besar itu.
Dan yang paling penting adalah, menikah itu adalah ketika kamu memasuki zona yang baru lalu meninggalkan zona lamamu, maksudnya adalah harus ada kedewasaan yang mesti kamu asah mulai dari sekarang. Jauhi sifat kekanak-kanakan yang berlebih, fokus pada tujuan, dan bergerak sesuai aturan Allah.

Bagi kamu yang juga tidak sengaja membaca tulisan ini dan kebetulan mau menikah juga, mari kita sama-sama berlomba memantaskan diri di hadapan Allah, bahwa apa yang akan menjadikan pilihan kita ini mendapat restu dari-NYA, Aamiin. Aku doakan, semoga apa yang kamu rencanakan berjalan mulus.

Pesan penting lainnya dari guruku adalah, memperbanyak bergaul dengan perintah Allah, akan lebih memuluskan rencanamu itu. Seperti halnya saat ini, di bulan Ramadhan, orang-orang berlomba-lomba memperbaiki diri, memperbaiki kualitas diri di hadapan Allah, agar akhir ramadhan, mendapatkan predikat sebagai orang-orang bertakwa. Tentunya hal itu sama, yang kita inginkan adalah mendapatkan calon pasangan yang sesudai dengan kriteria Allah, seperti yang tertulis dalam Al-Quran ;

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [QS. At Taubah (9):71].

Juga beberapa referensi lainnya dari Al-Quran ;

“Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu:Surga)” [QS. An Nuur (24):26].

So, jangan mau enaknya, kamu pengen perempuan yang beriman, atau laki-laki yang beriman, tetapi kita sendiri tidak berlaku adil pada diri sendiri, menjadi orang yang beriman pula. Akhir dari saya, semoga kita termasuk orang-orang yang beriman. Aamiin.
Wassalamu'alaikum w.w

Tidak ada komentar:

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Nikah Siri : Ketika Negara dan Umat Gagal Memahami Islam sebagai Sistem Kehidupan

Menggugat Normalisasi Nikah Siri Nikah siri kerap dibungkus sebagai bentuk kesalehan, seolah ia bagian dari ajaran Islam yang sah dan terh...