Ajang Kampanye Pemikiran Islam.

Gempa di Palu agaknya saat ini masih jadi bahan perbincangan hangat di beberapa media besar. Ini bukan menyoal terkait kejadian bencana tersebut, namun lebih dari pada itu pembahasannya melainkan pada penyikapan Netizen tanah air kita ini.
Hal ini erat kaitannya dengan tanggapan para netizen yang seolah terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu; Mereka yang mengatikan kejadian gempa itu secara spiritualis; Kemudian mereka yang tidak setuju dengan anggapan pertama itu dan lebih mempercayai pendapat yang lebih rasional; Dan yang terakhir adalah mereka yang berdiri di atas dualisme itu.
Salah satu nara sumber yang disebut sebagai pengamat keislaman menyebutkan bahwa pendapat yang pertama ini sangat membahayakan dan harus segera di-counter agar tidak timbul perpecahan.
Mari rileks sejenak...
Menyebutkan kata counter terhadap pemahaman yang didasari oleh Iman justru sangat membahayakan saudara-saudara.
Jika ada yang beranggapan bahwa bencana ada kaitannya dengan perilaku manusia, sehingga menyebabkan Tuhan murka terhadap kita, itu adalah hal benar. Sepatutnya bagi orang islam yang rendah imannya sekalipun akan mengakui hal itu. Ditambah dengan adanya pengetahuan dari ilmuwan yang menyebutkan bahwa bencana itu juga bisa diteliti secara sains, justru akan semakin menambah keyakinan seseorang akan kebesaran Tuhan, jika dia mau berpikir jauh sampai ke situ.
Jangan bermain api jika tidak ingin terbakar. Dua pemahaman itu sangat menarik bagi sebagian orang, entah secara sadar diri atau karena kesadaran itu telah diseting sedemikian rupa, sehingga momen ini dijadikan ajang kampanye pemikiran sesat mereka.
Jika ada yang salah dengan pemikiran sebagian masyarkat kita, bukan berarti menganggap hal itu sebagai kesesatan. Orang yang sedang bersemangat mencari Tuhan harus kita dukung dan bila perlu dibantu, kalaupun mereka salah ada baiknya kita luruskan, bukan menghalang-halanginya atau berusaha menghentikannya. Naudzubillah.
Aku gumun karo wong-wong iki.

Sumber Gambar : tubanjogja.org

Tidak ada komentar:

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Nikah Siri : Ketika Negara dan Umat Gagal Memahami Islam sebagai Sistem Kehidupan

Menggugat Normalisasi Nikah Siri Nikah siri kerap dibungkus sebagai bentuk kesalehan, seolah ia bagian dari ajaran Islam yang sah dan terh...