Menurut ajaran Islam, seorang rasul bukanlah
titisan Allah, bukan pula penjelamaan Allah dalam wujud rasul (manusia). Islam
dengan tegas menyatakan bahwa para rasul adalah manusia biasa. Umat Kristen
mengetahui bahwa Isa lahir tanpa bapak, mereka lantas mengembangkan secara
bertahap (evolve) gagasan tanpa dasar bahwa Isa adalah putra Allah. Tapi Islam
menyatakan bahwa Adam lahir tanpa ayah dan ibu, dan ia disebut sebagai bapak
manusia.[1]
Pada setiap zaman muncul
pemikiran ganjil yang menolak kemanusiaan para rasul. Tapi bila para rasul itu
bukan manusia, lalu apakah gerangan mereka? Mereka pasti bukan Tuhan, karena
Tuhan tidak membutuhkan sekutu (teman, pendamping). Mereka juga pasti bukan
malaikat, karena manusia lebih unggul dari malaikat. Di depan para malaikat,
Allah menganugerahkan hak kekhalifahan kepada manusia, yang dengan jelas
membuktikan keunggulan manusia atas para malaikat. Jadi, dari makhluk jenis
apakah rasul itu?
Kenyataannya manusia memang
sering melupakan bahwa dirinya adalah makhluk Allah yang paling unggul, yang
oleh Dia sendiri dipilih sebagai wakil (khalifah). Jadi memang sudah menjadi
hak istimewa bagi manusia bila para nabi dan rasul muncul dari kalangan
manusia. Dengan demikian orang-orang bodoh yang menganggap rasul bukan manusia
harus menyebutkan mereka itu termasuk makhluk apa. Para rasul diutus untuk
menjadi pemandu. Bila mereka bukan manusia, bagaimana mungkin mereka bisa
menjadi contoh sebagai manusia sempurna? Bila mereka luput dari duka dan
penderitaan, bagaimana mungkin mereka bisa menghibur?
Bila mereka tidak merasakan haus
dan lapar, bagaimana mungkin mereka bisa menghilangkan haus dan lapar? Bila
mereka tak pernah merasakan sakit, bagaimana mereka bisa menyembuhkan? Bila
mereka bukan manusia, kita bisa mengabaikan perintah Tuhan dengan dalih bahwa
kita tidak bisa mengikuti jejak sang rasul. Memang itulah tujuan Allah memilih
rasul dari kalangan manusia sendiri, yaitu supaya manusia tidak lagi punya
dalih untuk membangkang. Al-Quran menguraikan kemanusiaan para rasul dalam
berbagai ayat.
Herankah kalian karena datang
peringatan dari Tuhan melalui seorang lelaki seperti kalian, yang mengingatkan
agar kalian bertawkwa, agar semoga kalian mendapat rahmat? (surat Al-A’raf).
[2]
(Hai Muhammad), sungguh para rasul yang Kami utus sebelum dirimu
adalah manusia (lelaki), warga negeri yang Kami beri wahyu. (Surat Yusuf). [3]
Para rasul itu menegaskan:
Sungguh kami ini hanya manusia seperti kalian, namun Allah memberikan anugerah
kepada para abdi yang mematuhi kehendakNya… (surat Ibrahim). [4]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar