Ngobrolin Film Detektif : DRISHYAM.

Assalamu'alaikum wr.wb, 

Alhamdulillah, bisa up date juga bagian ini, "Ngobrolin Film Detektif". Sebenarnya kenapa saya mau bahas film "DRISHYAM" ini, karena beberapa jam yang lalu, tepatnya pukul 18.40, saya meminta kepada anggota Grup Penulis yang saya ikuti untuk mereferensikan film Detektif. Sebelumnya ada satu orang mereferensikan film Warkop DKI, 'Pintar-Pintar Bodoh', kemudian dia mereferensikan lagi film yang akan saya bahas ini. 

Sebagai orang yang suka dengan film-film berat seperti mysteri, detective, thriller mysteri dan sebagainya, jika ada yang mereferensikan film bagus, pasti akan saya tonton. Jika pembaca di sini juga pernah menonton film-film bertemakan seperti yang saya sebutkan tadi, tolong share ya di kolom komentar. Terima Kasih. 

Biasanya, kebanyakan film Detektif, pasti yang jadi aktor utamanya pasti detektif itu sendiri. Nah, kalau di film Drishyam ini, justru sebaliknya. Kekuatan ceritanya ada pada pelaku. 

Pada menit-menit awal, kita akan disuguhkan dengan kondisi kehidupan Vijay ini, si aktor utamanya. Dari mulai kesehariannya di pekerjaanya, maksud saya di tempat usahanya, yaitu pemasangan TV kabel, kalau saya bisa sebut seperti itu. Lalu kehidupan sosialnya, bergaul dengan orang-orang disekitar kota dengan sering mengunjungi rumah makan yang berada di seberang kantor polisi. 

Kemudian beralih pada kehidupan keluarganya yang damai sentosa itu. Dalam film ini, Vijay memiliki 2 orang anak perempuan, satu anak angkat yang sudah gadis dan satu masih di bawah 10 tahun. Menurutku mereka keluarga yang harmonis. 

Vijay dikisahkan merupakan seorang anak yatim piatu, sehingga ketika melihat Anju, anak pertamanya yang ia temukan di dekat tempat sampah, lalu mengadopsinya secara resmi. Kebaikan hatinya ini tentu dapat diterima oleh setiap orang di kota Goa, sehingga setiap omongannya selalu dipercaya.

Vijay ini, suka sekali menonton film, sampai-sampai adegan-peradegan ia juga mengingatnya. Di tempat kerjanyalah ia sering menonton film itu, yang di tempat itu juga ia mempunyai karyawan muda bernama mose. Laki-laki kurus yang sering kelupaan saat sedang mendapatkan tugas oleh VIjay.

Saat memasuki adegan di rumah makan itu, Vijay mendengar dari pemilik kedainya, bahwa kakek-nenek yang sedang terduduk di tengah ruangan itu sedang mengalami nasib buruk terkait kondisi anaknya yang telah diambil paksa karena suatu urusan hutang. Kemudian, mendengar berita itu, Vijay, tiba-tiba teringat tentang suatu informasi mengenai proses peradilan yang dapat menggugat perusahaan di mana mereka menculik anak ke dua pasangan tua itu. Vijay berbicara sama pesis dengan yang ia tonton di film. Saat itulah, saya mulai meyakinkan diri, bahwa harus menuntaskan film ini. 

Setiap film pasti ada kubu baik dan jahat. Termasuk pada film ini, Vijay mempunyai rival di tempatnya biasa nongkrong, yaitu seorang inspektur polisi korup yang suka pungli, bernama Gaitonde. Laki-laki bertubuh gempal berwarna hitam ini memang sangat menjengkelkan sebab kelakuannya ini sudah diluar batas kemanusiaaan.

Adegan berikutnya, ketika Anju, anak pertama VIjay ikut berkemah dari sekolahnya, ia bertemu dengan Sam, pemuda jahil yang Omesh. Meskipun merupakan anak Jendral, kelakuannya ini biadab, sebab menshoot kegiatan Anju saat sedang mandi di kamar mandi umum. Setelah mendapatkan videonya, Sam menggunakan itu untuk memeras anak dan istri Vijay. 

Pada malam hari, sesuai kesepakatan yang dibuat oleh Sam, untuk memanfaatkan Anju dengan video itu, tiba-tiba sebuah tragedi terjadi. Dengan khilaf, Anju memukul Sam hingga meninggal. Selepas itu, mereka mengubur mayat Sam di pekarangan rumah. 

Pada pagi hari, Vijay datang dan mendapati kondisi rumah dan isinya berdarah-darah. Mereka kebingungan dan tidak tahu berbuat apa. Namun, Vijay yang laki-laki bertanggung jawab pada keluarga. Berdasar film-film yang ia tonton, ia mulai memainkan sebuah permainan logikanya. 

Seorang anak DOan kelas 4SD ini ternyata memiliki kemampuan memori yang sangat menakjubkan. 




Ia memanfaatkan setiap informasi yang ia dapatkan dari film-film serta perjumpaannya dengan adik iparnya yang bekerja di dinas sosial, untuk merencanakan sebuah penghilangan barang bukti dari korban. Ia berhasil merencanakan semuanya dengan sangat sempurna, permainan waktu dan logika-logika memori yang mungkin ia pelajari dari film-film detektif digunakannya untuk mengelabui kepolisian agar tidak bisa melacak keberadaan Sam, yang ternyata merupakan seorang Inspektur kejam dan selalu menggunakan kekerasan untuk mendapatkan sebuah informasi, meskipun yang dikatakan oleh tertuduh adalah benar. Dia akan mencari celah agar informasi itu keluar. 

Pada saat akan menghilangkan jejaknya, rupanya musuhnya, si Gaitonde sempat memergoki aktivitas Vijay. Dan dengan informasi itu dia meyakinkan kepada sang Jendral bahwa Vijay ini adalah pelakunya.

Tugas berat bagi Vijay untuk membuat sebuah skenario yang apik agar keluarganya selamat dari jeratan hukum meskipun nyawa taruhannya. 

Bagaimana caranya agar Vijay dan keluarganya lolos dari jeratan Hukum? Bagaimana juga upaya kepolisian untuk menemukan Sam, yang merupakan anak si Jendral cantik namun kejam itu? Akankah keduanya mendapatkan solusi? Lalu bagaimana polisi menyelesaikan kasusnya, apakah mereka berhasil? Tonton aja dech!

Film drama kriminal dan misteri ini memiliki rating yang cukup tinggi di beberapa situs film online dan juga IMDB, yang digadang-gadang sebagai sumber informasi movie yang terpercaya bertaraf internasional. 

Bagi para penulis-penulis cerita kriminal, misteri, dan detektif, wajib menurut saya nonton film ini, sebab kita bisa mengambil ilmu dari si VIjay, bagaimana menyembunyikan alibinya dengan struktur yang apik dan tidak mudah diketahui oleh kepolisian. 



Misalkan nih, kasusnya dilanjutkan dan korban ditemukan, VIjay tetap tidak akan dihukum terlalu lama, sebab ini bukanlah sebuah kejahatan terencana, sebab korban meninggal karena kepanikan dan amarah. Sedangkan peran Vijay adalah menyembunyikan Si Pelaku.

Terakhir, ini film menurutku nilainya 8.5, dari 10 bintang. Wajib bagi yang suka nonton film mikir. 

*tambahan, di awal-awal, saya seperti mendengar lagu Iwan Fals yang judulnya IBU. he he he.

Sekian, wassalamu'alaikum wr.wb.

Sherlock Holmes Dan Perburuan Detektif Di Masa Depan.

                                      
"Itu sungguh mengada-ada, Watson!" celetuk Holmes saat melihat berita yang terpampang di atas etalase makanan Warteg Bahari langganannya. 

"Memangnya kenapa?" celetukku yang sedang mengupas telor asin.

Holmes masih mengunyah makanan, semur jengkol dengan orek tempe favoritnya.

"Kau lihat," ia mengarahkan matanya ke arah televisi, "karena kebocoran ulah karyawan Einstein saat meneliti dimensi ruang dan waktu, kita dianggap sebagai buronan sebab telah keluar dari zona pararel," pungkasnya. 

"Aku setuju, Holmes. Jika saja Lestrade tidak mengatakan kalau penelitian dimensi waktu di universitas london itu sedang mengalami kebocoran, tentu kita sudah menemukan orang-orangnya."

"Awas, Kau Lestrade!" geramnya.

Aku masih memperhatikan Holmes yang mengunyah jengkol itu dengan sangat lahap, ia mengatakan bahwa masakan itu lebih enak dari humberger yang biasa ia makan di perempatan Baker Street. Aku sendiri tidak tahan dengan baunya itu, serasa ingin muntah.

"Hei, Kau dengar obrolan target kita, kan?" tanya Holmes bernada lirih,

"Ya, aku mendengarnya. Anak muda itu sepertinya akan menjadi Detektif masa depan,"

"Maksudmu Alfa,"

"Ya, yang sedang memegang gelas itu."

"Lalu bagaimana dengan kloningan kita yang ada di jakarta dan jawa itu?"

"Menurut sumber yang aku dapat, setelah aku berusaha mengobati kaki  seorang perempuan lucu dari jakarta yang jago IT itu, Mereka ber dua babak belur oleh dua detektif yang garang itu, Tony dan Dicky Gendon."

"Sudah aku duga, mereka berdua yang terkuat selama ini," 

"Lalu bagaimana dengan Fariz Edgar?"

"Jujur, dia ini sangat licik sekali orangnya. Meskipun dia tidak pandai berkelahi, kemampuan menembak, serta kemampuan menyamarnya, tak jauh beda denganmu, Holmes!"

Sherlock Holmes mulai mengatupkan ke dua tangannya setelah selesai menyantap 2 piring nasi jengkolnya. 

"Kau pasti lupa dengan satu detektif yang masih amatir itu?"

"Entahlah, Holmes. Aku ingin menyebutnya, namun dipikir-pikir dia ini sama saja denganku. Selalu terlibat dengan urusan cinta. Tapi aku akui, dia mempunyai ilmu deduksi yang luar biasa."

"Baiklah, kalau begitu. Aku sendiri ingin mencari tahu Detektif Dul Poran itu. Bagaimana dengan perkembangan kasusnya itu. Setelah itu aku akan menemui Fariz Edgar, aku harus memberi pelajaran atas kesombongannya itu."

"Tolong, sampaikan juga salamku untuk ALina, dengar-dengar dia gadis yang cantik," aku menyela.

"Tutup mulutmu, Watson! Sekarang, tolong cari di mana Fariz menyembunyikan Mesin waktu kita,"

Sherlock Holmes melihat jam digitalnya. Dan kemudian memesan Grab untuk dirinya sendiri. Aku masih mengamati Detektif Alfa dan Yusuf yang sedang membicarakan kasus di ruang tertutup. 

Ini semua ulah Lestrade, dia memberitahukan jika di masa depan, Detektif Swasta tidak akan diterima di beberapa wilayah. Lalu sebuah informasi muncul, bahwa di sebagian daerah khususnya di wilayah Asia, beberapa Detektif Swasta mulai bermunculan. 

Untuk meneliti itu, Aku dan Holmes diutus oleh Microft untuk menemui Einstein yang sedang mengembangkan mesin ruang waktu menuju masa depan. Sebab metode-metode mereka akan aku gunakan saat melawan moriarty.

Sekian catatan harianku saat ini. 

Watson

Warteg Bahari, 2018.

#Holmeskreatifanlokal

Sebuah pesan untuk generasi muda hijau

Hasil gambar untuk ulama kartun
Beberapa hari lalu, saya melihat sebuah video wawancara seorang ulama muda yang begitu terkenal dengan ketegasannya. Beliau menyebut-nyebut tentang kalimat pengunduran diri dari sebuah organisasi yang cukup besar di Indonesia. Mendengar setiap kalimatnya membuat saya miris hati terhadap beberapa oknum yang selalu menyudutkan beliau. Hal ini lah yang menjadi tujuan saya menulis sepatah dua patah kalimat-kalimat di bawah ini. Semoga menjadi bahan renungan untuk kita semua, Aamiin.
Jika seseorang keluar dari sebuah organisasi, bukanlah ia sedang melepas keyakinannya, tetapi karena ketidakenakan, ketidakcocokan hati, serta gesekan-gesekan yang jika dibiarkan, lambat laun keyakinan atau aqidah yang dulunya bersih akan bercampur dengan perasaan negatif, dan akhirnya merusak akidahnya itu sendiri yang bersemayam dalam jiwa. Rusak jasad tidak separah rusak jiwa, jika karena ia kotor, maka rusak pula seluruh alam kemanusiaannya.
Memutuskan untuk hijrah bukan berarti memutus silaturahim. Karena alam itu tidak akan pernah disekat-sekat karena sebuah organisasi yang lahir dari alam pikiran yang juga tetap terbatas kapasitasnya.
Jika seseorang menghalang-halangi orang lain yang memutuskan untuk hijrah dari sebuah organisasi, atau menjelekkannya, maka dia tak jauh beda dengan binatang yang memakan daging keluarganya sendiri.
Kefanatikan haruslah bersumber dari aqidah yang lurus, bukan karena perasaan-perasaan / prasangka yang turun temurun terus diwariskan kepada anak-cucu. Dzon-dzon negatif haruslah selalu disaring, beristighfarlah, karena semua keluputan manusia adalah sifat dasar yang akan selalu begitu. Kesadaran, dan mengakui diri sendiri, merupakan kearifan yang tidak ternilai harganya, meskipun mata manusia sering kabur akan hal itu.
Berbijaksanalah dalam setiap keputusan, jangan terus kau gunakan amarahmu untuk menghujat Si Itu dan Si Ini. Berpikirlah dan renungi apa yang menyebabkan keputusannya itu menyebabkan Ia harus keluar dari organisasi. Pelajaran bagi kita adalah, kemaksiatan terorganisir seperti apa yang membuat buah yang belum masak terus jatuh berguguran ke bumi.
*Teruntuk umat yang selalu terjebak dalam paradox kefanatikan.

Warung Kopi Dan Pisang Goreng.

Hasil gambar untuk warung kopi kartun

*Di sebuah warung kopi waktu pagi-pagi.


"Bu Miyem, pisang goreng ada?"

"Ada nih, Mas Paijo, baru nggoreng," jawab Bu Miyem dengan logat medok.

"Mas, he he, melok ulih, Mas?" saut tukarman dari belakang, rambutnya kering berwarna merah, aroma tubuhnya seperti daun padi yang kering.

"Melu nang, ndi? Sampean iku wis cuci muka durung?"

"He he, iyo mas habis diskusi semalem sama anak-anak mahasiswa, terus tangi wis awan, he he langsung balik, eh weruh Mas Paijo nang warung, dadi aku mampir sek. Mas Emang pinter-pinter yo, bocah kuliahan iku," 

"Sampean emang pegaweane diskusi ae, tapi lali karo awakmu dewek! Bahas opo emange, sampe awakmu iku ambune koyo kemul bocah?"

"Bahas Bab Nganggo klambi muslimah neng kampung-kampung," bisik Tukarman karena takut merasa menyinggung Bu Miyem yang suka lepas pasang kerudung itu.

"Loh emange piye, sampe dadi bahan diskusi segala?" 

"Soale seru, Mas. Mbahas masalah politik, wes pada bosen jarene."

"Oh, sebab ora ono bahan diskusi, dadi ngarah cerita meng rono?"

"Yo, ga gitu juga, Mas. Ini kan bentuk kepedulian ummat, soale ono sing ngomong nganggo jilbab iku yo ribet go ngapa-ngapa nek nang kampung."

"Loh, ribete piye?"

"Lah iku kan nganggo jilbab nek nang tivi-tivi iku emang aneh-aneh, Mas, tapi yo pancen apik sih, he he!" gigi kuningnya mengkilat di depan Paijo, "tapi nek digawe nganggo matun meng sawah, terus tandur, bukane dadi ribet, toh Mas?"

"Sing ribet iku utekmu, Tukarman!"

"Lah wong syariat iku tujuane go nggawe ngapa-ngapane kepenak kok malah dianggep ribet. Saiki mandan mikir jal, Mbokmu, iku nek lunga sawah dandanane piye?"

Tukarman, mikir, dia mengingat-ingat, "nek setahuku, pancen ora salah dandanane biasa ae, mas,"

"Terus," 

"Mmm, paling siraeh nganggo klambi partai, terus dilebokno, koyo ninja tapi tali mburi, terus nganggo tudung. Nah terus tangane ora kelalen nganggo kaos kaki bekas dinggo ben koyok manset. Njur celanane juga nganggo celana sing dowo, mergo ben kepenak, ora kepanasan,"

"Nek koyo ngono menurutmu syar'i ora?" 

"Ora, Mas. Kan tujuane go nggawe maring sawah, kotor-kotoran, juga kan iku emang kebetulan pas lagi tandur, thok!"

"Nah, iki! Sing maraih pemikirane dadi sak penake dewek." 

"Aku memang dudu Ustad, aku iki mantan Napi, tapi nek ngono caramu berpikir, aku ra setuju, Man!"

"Lah, ko iso, Mas!"

"Rene, tak kandani. Islam iku dudu ngurusi masalah bab sholat karo puasa thok, kabeh yo diurusi nang Islam. Ono aturane, sekang ngisor awakmu, sampe nduwur, yo termasuk masalah pakaian." 

"Sampean ngerti, sak durunge Nabi Muhammad diutus dadi Rasul, Nabi, iku wong-wong nang jaman iku wes dandanane ra patut pokoke, ono sing nganggone ketok udele, gak pake penutup, pokoke aurat nang ndi-ndi. Jaman kenabian Rasulullah Muhammad masuk, terus sebagian kaum perempuan mendapatkan kehormatan, dengan berpakaian syari."

"Oh, nak mbengi ora ono sing bahas sampe maring sejarah, Mas."

"Yo iku masalahe, Padahal Soekarno pernah ngomong JAS MERAH, Jangan sekali melupakan sejarah. Tinimbang saiki pusing mergo diskusi ngalor ngidul gak ene faedaeh, mending ngopi sek. Mengko kancani aku maring sawah, yo!"

sumber foto ; kasukus

Belajar

Burung, Blue Bird, Penerbangan, Alam, Outdoors, Hdr


      Seekor burung perlu berhari hari untuk dapat mengangkasa di udara. Ia gunakan setiap kesempatan untuk menguji seberapa mampu ia mengepakkan sayap dan mengambang di udara, meskipun akhirnya jatuh lagi. Namun, naluri keburungannya telah meyakinkan dirinya bahwa ia tercipta agar dapat terbang di udara. Hari demi hari ia lewati sampai akhirnya keringat yang ia kucurkan terbayar sudah.
     Belajar memang perlu waktu cukup lama untuk memahami setiap ilmu. Saya merasakannya. Tapi kadang, kita terlalu terburu-buru untuk segera mendapatkan hasil terbaik saat itu juga. Sebagai manusia yang mempunyai lebih banyak neuron aktif serta cerebrum yang cukup canggih dibanding dengan makhluk lainnya di muka bumi ini, manusia cenderung lebih memilih bagaimana sebaiknya suatu hal dapat didapatkan dengan cara yang sangat sederhana dan mudah dengan penemuan-penemuannya yang modern. Agaknya itu tidak dapat dimaknai sebagai kombinasi antara Kecerdasa dan kemalasan, sebab manusia mempunyai prinsip, *Jika ada yang mudah kenapa cari yang susah?* dan itu sudah turun-temurun sejak dulu.
      Belajar tidak seperti orang yang sedang lapar. Kita tinggal makan lalu mulai kembali ke aktifitasnya masing-masing, lalu tidur lagi.
    Yang sedang belajar, semangat. Proses tidak akan menghianati Hasil. Jadi teruslah timba ilmu sedalam-dalamnya.

LOGIKA DAN SISTEM UNTUK KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Sepeda, Wahana, Anak, Anak Anak, Graffiti, Seni, Artis

     Memahami logika dan mengetahui bagaimana sistem bisa berjalan dapat membantu anda dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya ini adalah pernyataan yang sarat akan subjektifitas, sebab ini bukanlah hasil dari penelitian yang intens dilakukan terhadap sekelompok komunitas, melainkan sesuai dengan pengalaman pribadi. Anda bisa menyanggahnya, atau anda juga bisa meluruskan pendapat saya. Ini bukanlah sebuah tesis yang berdasarkan keilmuan-keilmuan modern, melainkan sebuah pengetahuan tentang hakikat sesungguhnya, tentang sebuah pola pikir dan sistem logikanya.
Tidak menutup kemungkinan, setiap orang mengalami momennya sendiri-sendiri tentang itu.
Kita mulai. Kasus ini terjadi dalam hidup saya, mungkin berkali-kali sampai rasa bosan hilang dengan sendirinya. Ketika itu, masih dalam suasana lebaran. Kebetulan saya mudik dengan membawa motor. Sampai di rumah, tiba-tiba lampu motor mati. Saya memang lulusan otomotif, namun untuk urusan memperbaiki kendaraan bisa dibilang nol besar. Karena waktu juga memungkinkan saat itu, juga karena rasa penasaran yang mengatakan bahwa "manusia dapat mengatasi hal ini" *saya bicara sendiri dalam hati. Sehingga perasaan itulah yang memberanikan saya untuk membongkar-bongkar kendaraan.

Hal pertama yang saya lakukan adalah, mengingat-ingat pelajaran sekolah tentang kelistrikan kendaraan; Bagaimana lampu bisa menyala; dari mana sumbernya listrik itu; kenapa lampu bisa berkedip, apa yang membuatnya seperti itu? Bagaimana mematikan lampu? Untuk apa banyak kabel di dalam motor? Kenapa tidak satu kabel saja? Dan berbagai macam pertanyaan lainnya.
Sedikit demi sedikit informasi itu saya tampung di dalam kolam pikiran. Membiarkan informasi itu berkembang biak dan saling mencocokan diri. Setelah serangkaian informasi saya dapatkan, ilmu yang saya dapati tentang hukum kelistrikan, coba untuk menerapkan pada kendaraan saya. Lalu secara otomatis, namun masih lambat, saya memproyeksikan gambaran arus listrik pada motor. Pada tahap ini, saya mengetahui bagaimana sistem kelistrikan motor dapat bekerja.

Selanjutnya, saya mengingat-ingat bagaimana lampu pada kendaraan saya mati. Hal itu akan memudahkan saya untuk menangani masalah yang sedang terjadi tanpa merusak bagian-bagian lainnya yang sebenarnya tidak berhubungan dengan itu. Sebagaimana seorang dokter, mereka tidak akan langsung memberikan kita obat atau menyuntiknya tanpa mendiagnosa penyebab-penyebab yang membuat kita pergi untuk berkonsultasi dengannya.
Setelah mengetahui permasalahan yang sedang terjadi pada motor saya. Kemudian, berbekal informasi yang sudah saya dapatkan, sekarang saya coba untuk mengecek apakah semua kabel yang tersalur pada setiap komponen kelistrikan telah sesuai pada jalurnya, juga melihat apakah terdapat sebuah hubungan arus pendek yang mengakibatkan lampu mati. Jika ternyata ada beberapa kabel yang lepas, atau sambungan yang kurang rapat, maka saya akan memperbaikinya. Sampai sini, semua masalah kelistrikan pada kendaraan sedikitnya bisa diselesaikan, meskipun waktu yang dibutuhkan sangatlah lama.
Dikesempatan lain, maaf saya persingkat, kasus semacam ini terjadi lagi. Dikarenakan saya sudah mempunyai pengalaman tentang matinya kelistrikan motor, maka saya tidak perlu mengulang proses awal seperti pada kasus pertama. Secara otomatis saya bisa mengatasi hal itu tanpa membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Pengalaman seperti di atas, telah terjadi hari ini pada orang lain. Saya tidak ragu untuk membantunya, dan dalam hitungan menit saya berhasil menyelesaikan permasalahan itu. Itulah yang saya sebut dengan "memahami logika dan mengetahui sistem dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari", jadi dengan mengasah logika pikiran, serta mempelajari sistem kelistrikan yang ada pada kendaraan motor itu, saya dapat mengatasi lampu motor saya yang mati.
Pada intinya, hubungan sebab-akibat merupakan patokan awal mengapa saya dapat mencapai kesimpulan sederhana seperti itu. Setiap kejadian tentu ada penyebabnya, setiap tindakan pasti ada akibat yang akan kita rasakan. Ilmu sederhana seperti ini, jika dilatih dengan sungguh-sungguh, maka akan sangat berguna sekali dalam kehidupan sehari-hari.


Tentu setiap orang berbeda-beda pengalamannya, bagaimana dengan kamu? Apa pendapatmu tentang ini? Atau kamu punya persepsi yang barangkali berbeda dengan saya! Yuk kita sharing! Apakah kamu ingin meluruskan hal ini, mari belajar bersama-sama! ðŸ˜ƒðŸ˜ŠðŸ˜ŠðŸ˜ŠðŸ˜ŠðŸ˜Š

Perspektif : Pelakor.

Hasil gambar untuk pelakor cartoon




     Bagaimana aku mencintai karena Allah, sedangkan cinta yang sedang aku bangun ini Allah tidak menyukainya. Bagaimana mungkin bisa bertahan sampai sejauh ini jika ternyata jalan yang aku pilih adalah salah. Tuhan, apakah sebaiknya aku meninggalkannya? Aku sendiri berat untuk meninggalkan kekasihku, kami benar-benar tersesat dalam kenikmatan dosa. Aku pikir niatku karena-Mu, ternyata itu salah. Aku tidak mungkin membicarakan aib ini kepada orang lain, sebab mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan. Sampai detik ini kenapa aku bisa berkomunikasi dengan-MU jika semua ini adalah takdir-MU, sehingga aku pikir engkau meridhoi hubungan ini. Tapi Ya Allah, aku menyadari bahwa itu adalah celah ujian terberatku ketika menatap laki-laki yang sudah beranak-istri itu sehingga kami benar-benar berbuat dosa. Ya Allah, kuatkan hatiku untuk bisa meninggalkan sejauh-jauhnya dosa ini dari pikiranku agar diri bisa selamat dari azab-MU yang pedih. Ya Allah, ampuni aku yang hina ini, ampuni aku yang bejad ini, ampuni aku yang khilaf ini. Jauhkan hamba ya Allah dari hubungan sesat ini.
*Hanya kedamaian hatimu yang dapat menimbang bahwa orang-orang seperti ini berhak mendapat hukuman. Tetapi manusia tidak mempunyai hukum. Hukum, hanya Allah yang memiliki. Bersabarlah dari semua ujian. Semoga Allah senantiasa memberimu hati yang lapang dan kesabaran seluas samudera.*


sumber gambar ; voxpop.id/pelakor

Semut Merah & Kopi Dalam Gelas.

semut, kopi, kenikmatan semu di dunia, kenikmatan kekal di akhirat












Kenapa semut merah kecil? sudah tahu kau tidak bisa berenang, kenapa masih memaksakan diri masuk ke air kopi hitamku? Sekarang, kopiku penuh dengan jasad teman-temanmu? Apa karena kau begitu tertarik dengan manis, sehingga obsesimu terhadapnya mengalahkan maut yang ada di depanmu? Apakah kau tidak berpikir? Tapi bagaimana juga kau akan berpikir? Tapi katanya kau memiliki sekitar 250.000 sel otak yang membuatmu menjadi spesies paling pintar di antara sesamamu, bagaimana itu terjadi? Apa kopi-kopi jaman sekarang begitu manis dalam kemasan? Sudahlah semut merahku yang baik, masih ada yang manis dari sekedar kopi hitamku di dalam gelas bening ini. Janji-janji manis pengobral janji sedang ramai akhir-akhir ini, kau bisa menyerangnya, menggerogotinya dan membawanya ke dalam sarangmu untuk dipersembahkan kepada Sang Ratu. Kau pasti lebih pintar dariku tentang rasa manis, sebab aku tidak bisa mengetahui rasa manis hanya dari rambutku. Aku hanya bisa mengandalkan lidahku untuk bisa merasakan manis, tapi jika lidahku mati rasa, aku tidak bisa merasakan manis. Hei semut merah yang kecil juga gatal, tapi aku juga bisa memproduksi janji manis dari lidahku, tapi tolong, jangan kau gerogoti aku saat sedang tidur, ya semut merah!

sumber gambar ; mtnugraha.wordpress.com/2015/12/05/semut-dan-kenikmatan-semu/

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Nikah Siri : Ketika Negara dan Umat Gagal Memahami Islam sebagai Sistem Kehidupan

Menggugat Normalisasi Nikah Siri Nikah siri kerap dibungkus sebagai bentuk kesalehan, seolah ia bagian dari ajaran Islam yang sah dan terh...