Semut Merah & Kopi Dalam Gelas.

semut, kopi, kenikmatan semu di dunia, kenikmatan kekal di akhirat












Kenapa semut merah kecil? sudah tahu kau tidak bisa berenang, kenapa masih memaksakan diri masuk ke air kopi hitamku? Sekarang, kopiku penuh dengan jasad teman-temanmu? Apa karena kau begitu tertarik dengan manis, sehingga obsesimu terhadapnya mengalahkan maut yang ada di depanmu? Apakah kau tidak berpikir? Tapi bagaimana juga kau akan berpikir? Tapi katanya kau memiliki sekitar 250.000 sel otak yang membuatmu menjadi spesies paling pintar di antara sesamamu, bagaimana itu terjadi? Apa kopi-kopi jaman sekarang begitu manis dalam kemasan? Sudahlah semut merahku yang baik, masih ada yang manis dari sekedar kopi hitamku di dalam gelas bening ini. Janji-janji manis pengobral janji sedang ramai akhir-akhir ini, kau bisa menyerangnya, menggerogotinya dan membawanya ke dalam sarangmu untuk dipersembahkan kepada Sang Ratu. Kau pasti lebih pintar dariku tentang rasa manis, sebab aku tidak bisa mengetahui rasa manis hanya dari rambutku. Aku hanya bisa mengandalkan lidahku untuk bisa merasakan manis, tapi jika lidahku mati rasa, aku tidak bisa merasakan manis. Hei semut merah yang kecil juga gatal, tapi aku juga bisa memproduksi janji manis dari lidahku, tapi tolong, jangan kau gerogoti aku saat sedang tidur, ya semut merah!

sumber gambar ; mtnugraha.wordpress.com/2015/12/05/semut-dan-kenikmatan-semu/

Tidak ada komentar:

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Nikah Siri : Ketika Negara dan Umat Gagal Memahami Islam sebagai Sistem Kehidupan

Menggugat Normalisasi Nikah Siri Nikah siri kerap dibungkus sebagai bentuk kesalehan, seolah ia bagian dari ajaran Islam yang sah dan terh...