
Seekor burung perlu berhari hari untuk dapat mengangkasa di udara. Ia gunakan setiap kesempatan untuk menguji seberapa mampu ia mengepakkan sayap dan mengambang di udara, meskipun akhirnya jatuh lagi. Namun, naluri keburungannya telah meyakinkan dirinya bahwa ia tercipta agar dapat terbang di udara. Hari demi hari ia lewati sampai akhirnya keringat yang ia kucurkan terbayar sudah.
Belajar memang perlu waktu cukup lama untuk memahami setiap ilmu. Saya merasakannya. Tapi kadang, kita terlalu terburu-buru untuk segera mendapatkan hasil terbaik saat itu juga. Sebagai manusia yang mempunyai lebih banyak neuron aktif serta cerebrum yang cukup canggih dibanding dengan makhluk lainnya di muka bumi ini, manusia cenderung lebih memilih bagaimana sebaiknya suatu hal dapat didapatkan dengan cara yang sangat sederhana dan mudah dengan penemuan-penemuannya yang modern. Agaknya itu tidak dapat dimaknai sebagai kombinasi antara Kecerdasa dan kemalasan, sebab manusia mempunyai prinsip, *Jika ada yang mudah kenapa cari yang susah?* dan itu sudah turun-temurun sejak dulu.
Belajar tidak seperti orang yang sedang lapar. Kita tinggal makan lalu mulai kembali ke aktifitasnya masing-masing, lalu tidur lagi.
Yang sedang belajar, semangat. Proses tidak akan menghianati Hasil. Jadi teruslah timba ilmu sedalam-dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar