Perspektif : Pelakor.

Hasil gambar untuk pelakor cartoon




     Bagaimana aku mencintai karena Allah, sedangkan cinta yang sedang aku bangun ini Allah tidak menyukainya. Bagaimana mungkin bisa bertahan sampai sejauh ini jika ternyata jalan yang aku pilih adalah salah. Tuhan, apakah sebaiknya aku meninggalkannya? Aku sendiri berat untuk meninggalkan kekasihku, kami benar-benar tersesat dalam kenikmatan dosa. Aku pikir niatku karena-Mu, ternyata itu salah. Aku tidak mungkin membicarakan aib ini kepada orang lain, sebab mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan. Sampai detik ini kenapa aku bisa berkomunikasi dengan-MU jika semua ini adalah takdir-MU, sehingga aku pikir engkau meridhoi hubungan ini. Tapi Ya Allah, aku menyadari bahwa itu adalah celah ujian terberatku ketika menatap laki-laki yang sudah beranak-istri itu sehingga kami benar-benar berbuat dosa. Ya Allah, kuatkan hatiku untuk bisa meninggalkan sejauh-jauhnya dosa ini dari pikiranku agar diri bisa selamat dari azab-MU yang pedih. Ya Allah, ampuni aku yang hina ini, ampuni aku yang bejad ini, ampuni aku yang khilaf ini. Jauhkan hamba ya Allah dari hubungan sesat ini.
*Hanya kedamaian hatimu yang dapat menimbang bahwa orang-orang seperti ini berhak mendapat hukuman. Tetapi manusia tidak mempunyai hukum. Hukum, hanya Allah yang memiliki. Bersabarlah dari semua ujian. Semoga Allah senantiasa memberimu hati yang lapang dan kesabaran seluas samudera.*


sumber gambar ; voxpop.id/pelakor

Tidak ada komentar:

Paling Banyak Dibaca Pengunjung

Nikah Siri : Ketika Negara dan Umat Gagal Memahami Islam sebagai Sistem Kehidupan

Menggugat Normalisasi Nikah Siri Nikah siri kerap dibungkus sebagai bentuk kesalehan, seolah ia bagian dari ajaran Islam yang sah dan terh...